Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kabar Gembira! Korban PHK Kini Bisa Terima Gaji 60% Selama 6 Bulan, Begini Aturannya
Advertisement . Scroll to see content

PHK Massal di Sritex: Ribuan Buruh Siap Kepung Istana Tuntut Pemerintah

Minggu, 02 Maret 2025 | 22:13 WIB
  • author Nurkhabibi
PHK Massal di Sritex: Ribuan Buruh Siap Kepung Istana Tuntut Pemerintah
Perpisahan buruh Sritex yang terkena PHK Massal (Foto : Instagram)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id – Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi demo besar pada Rabu (5/3/2025) di depan Istana Negara dan kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Demo ini merupakan bentuk solidaritas terhadap buruh PT Sritex yang terkena PHK massal setelah perusahaan tersebut mengalami masalah finansial.

Menurut Presiden KSPI, Said Iqbal, aksi ini diadakan untuk memperjuangkan agar buruh PT Sritex yang terkena PHK bisa menjadi karyawan tetap di bawah investor baru. Buruh juga ingin menghindari PHK lebih lanjut yang bisa mencapai ratusan ribu pekerja akibat tutupnya PT Sritex.

"Aksi ini digelar untuk memperjuangkan hak-hak buruh dan memastikan mereka mendapatkan perlindungan yang pantas. Kami juga ingin memastikan bahwa buruh Sritex mendapatkan perlindungan dari pemerintah," tegas Said Iqbal pada Minggu (2/3/2025).

Selain aksi di Jakarta, demo serupa juga akan dilakukan di Semarang, Jawa Tengah. Dalam aksinya, buruh akan membawa beberapa tuntutan penting. Mereka mendesak pemerintah untuk menyelidiki penyebab tutupnya PT Sritex dan PHK ribuan pekerjanya. Buruh juga menuntut agar pemerintah menyelamatkan industri nasional dan sektor riil dari ancaman PHK massal di tahun 2025.

Tuntutan lainnya termasuk penghapusan sistem outsourcing, pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) buruh 2025, dan mengadili para koruptor yang merugikan buruh. Buruh juga meminta pemerintah untuk mencabut Permendag Nomor 8 Tahun 2023 yang memudahkan impor barang secara besar-besaran.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut