Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bongkar Jaringan Narkoba di Cilegon! 63 Tersangka Ditangkap Polisi, Termasuk Ibu Rumah Tangga
Advertisement . Scroll to see content

Enggak Habis Pikir! Ribuan Ompreng MBG Dicuri Satpam SPPG Tangsel, Uangnya Buat Narkoba

Kamis, 30 Juli 2026 | 19:43 WIB
  • author Dodi C.A
Enggak Habis Pikir! Ribuan Ompreng MBG Dicuri Satpam SPPG Tangsel, Uangnya Buat Narkoba
Ilustrasi food tray atau ompreng Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digunakan untuk menyajikan makanan bergizi kepada siswa. (Foto: Dok/iNewsPandeglang.id)

TANGSEL, iNewsPandeglang.id - Aksi nekat dan tak terduga kembali menggemparkan warga Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Seorang petugas keamanan yang seharusnya menjaga fasilitas publik justru menjadi dalang pencurian ribuan peralatan dapur.

Jajaran Polsek Ciputat Timur berhasil mengungkap kasus pencurian massal yang menimpa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sebanyak 1.700 baki atau ompreng stainless steel milik program Makan Bergizi Gratis (MBG) raib digasak pelaku.

Polisi menetapkan seorang pria berinisial TRS alias Cangkim (50) sebagai tersangka utama dalam aksi kriminal ini. Cangkim yang berprofesi sebagai satpam di lokasi tersebut terbukti memanfaatkan jabatannya untuk menguras isi dapur SPPG.

Kasus ini mulai terungkap setelah pihak dapur melaporkan kehilangan inventaris secara masif ke SPKT dan layanan 110 pada 8 Juli 2026. Berdasarkan rekaman CCTV serta pemeriksaan saksi, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi keterlibatan oknum satpam tersebut.

Pencurian terjadi di Dapur SPPG Ciputat 07, Gang Akoh Eng, Jalan RE Martadinata, Kelurahan Ciputat. Lokasi yang dikelola oleh Yayasan Dunia Berkah Mandiri ini padahal diketahui baru saja mulai beroperasi.

"Kami menerima laporan dugaan pencurian dengan pemberatan. Kerugian sementara berupa sekitar 1.700 tray atau ompreng," ujar Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq dalam keterangannya, Rabu (29/7/2026).

Tidak hanya ribuan ompreng baki makanan berbahan stainless steel yang berhasil digondol oleh para pelaku. Mereka juga menguras inventaris penting seperti kompor gas, genset, blender, printer, hingga perangkat recorder CCTV dan kunci ruangan.

Dalam menjalankan aksi kejahatannya, TRS diduga kuat tidak bergerak sendirian di lapangan. Ia memimpin dua tersangka lainnya, yakni DC dan GZ, untuk membantu proses pengambilan serta penjualan barang-barang curian tersebut.

Hasil penyelidikan polisi mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai alasan di balik aksi nekat satpam tersebut. Uang hasil penjualan ribuan baki stainless steel itu ternyata digunakan TRS untuk membeli barang haram.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut