Miris! Petani di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Bambu Rawan Ambruk Demi Nafkah

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id - Setiap hari, petani di Desa Babadsari, Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten harus melintasi jembatan bambu yang hampir ambruk demi membawa hasil panen. Dengan kondisi jembatan yang rawan, risiko keselamatan menjadi taruhan.
Namun, bagi mereka, tidak ada pilihan lain karena akses alternatif terlalu jauh. Harapan besar disampaikan kepada pemerintah agar segera memperbaiki jembatan tersebut, mengingat ini merupakan jalur utama bagi warga untuk mencari nafkah.
Amad, seorang petani dari Desa Babadsari, Kecamatan Jiput, Pandeglang, harus melewati jembatan bambu rapuh setiap hari untuk mengangkut hasil panen. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses tercepat menuju lahan pertanian. Kondisinya yang memprihatinkan membuat warga khawatir, terutama saat hujan dan banjir.
"Kami tak punya pilihan lain. Kalau lewat jalan lain, jaraknya lebih jauh, sekitar 2 kilometer," ujar Amad pada Jumat (6/12/2024).
Bersama sekitar 30 kepala keluarga lainnya, ia mengandalkan jembatan ini, meskipun berisiko ambruk. Jembatan bambu tersebut menghubungkan Desa Babadsari dengan Desa Tenjolahang dan Paniis.
Dibangun secara swadaya pada 2022, jembatan ini dibuat dari rangkaian bambu yang diikat pada pepohonan, namun kini kekuatannya makin menurun.
Editor : Iskandar Nasution