get app
inews
Aa Text
Read Next : Mudik Gratis Pemerintah Provinsi Banten 2025: Pendaftaran Dibuka, Kuota Terbatas!

Miris! Petani di Pandeglang Bertaruh Nyawa Lewati Jembatan Bambu Rawan Ambruk Demi Nafkah

Jum'at, 06 Desember 2024 | 15:30 WIB
header img
Jembatan bambu yang menghubungkan Desa Babadsari dengan Tenjolahang di Pandeglang, kini menjadi satu-satunya akses utama bagi petani meski kondisinya rawan ambruk. (Foto : INews/Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id - Setiap hari, petani di Desa Babadsari, Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten harus melintasi jembatan bambu yang hampir ambruk demi membawa hasil panen. Dengan kondisi jembatan yang rawan, risiko keselamatan menjadi taruhan. 

Namun, bagi mereka, tidak ada pilihan lain karena akses alternatif terlalu jauh. Harapan besar disampaikan kepada pemerintah agar segera memperbaiki jembatan tersebut, mengingat ini merupakan jalur utama bagi warga untuk mencari nafkah.

Amad, seorang petani dari Desa Babadsari, Kecamatan Jiput, Pandeglang, harus melewati jembatan bambu rapuh setiap hari untuk mengangkut hasil panen. Jembatan ini merupakan satu-satunya akses tercepat menuju lahan pertanian. Kondisinya yang memprihatinkan membuat warga khawatir, terutama saat hujan dan banjir.

"Kami tak punya pilihan lain. Kalau lewat jalan lain, jaraknya lebih jauh, sekitar 2 kilometer," ujar Amad pada Jumat (6/12/2024). 

Bersama sekitar 30 kepala keluarga lainnya, ia mengandalkan jembatan ini, meskipun berisiko ambruk. Jembatan bambu tersebut menghubungkan Desa Babadsari dengan Desa Tenjolahang dan Paniis. 

Dibangun secara swadaya pada 2022, jembatan ini dibuat dari rangkaian bambu yang diikat pada pepohonan, namun kini kekuatannya makin menurun.

Kepala Desa Babadsari, Khaulid, membenarkan kondisi tersebut. "Setiap hari petani menggunakan jembatan itu. Sebelumnya, mereka harus menempuh jarak 2 kilometer lewat jalan lain," katanya. 

Ia juga meminta pemerintah segera memperhatikan dan memperbaiki jembatan ini.

Masyarakat berharap pemerintah terkait dapat memberikan solusi, mengingat jembatan ini menjadi akses vital bagi aktivitas pertanian mereka. "Kami hanya ingin jembatan yang aman agar kami bisa mencari nafkah dengan tenang," tambah Amad.

Keselamatan warga dan kelancaran aktivitas pertanian mendesak untuk diperhatikan agar para petani tidak lagi bertaruh nyawa setiap hari.

Editor : Iskandar Nasution

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut