Terlalu! Sopir Angkot Jalur Wisata Cilegon-Anyer Naikan Tarif 75 Persen Dampak BBM Naik

Tim iNewsPandeglang
.
Rabu, 07 September 2022 | 14:21 WIB
Foto Ilustrasi. Sejumlah Sopir Angkot di Pandeglang mengaku akan menaikan Tarif imbas BBM Naik/iNewsPandeglang

CILEGON, iNewsPandeglang.id - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dinilai sangat memberatkan dan memukul para sopir angkutan perkotaan jalur wisata Cilegon-Anyer, Banten menaikan harga tarif hingga 75 persen dampak dari kenaikan harga BBM.

Atas kondisi tersebut para sopir angkot merasa terbebani dan dilema, akhirnya menaikan tarif secara sepihak meski belum ada keputusan resmi dari pemerintah setempat. Tak ayal mereka pun sudah menempelkan tarif baru di pintu masuk kendaraannya.

Ali salah satu sopir angkot Cilegon-Anyer mengaku terpaksa menaikan tarif tersebut walaupun belum ada keputusan resmi tarif baru. Menurutnya dengan kenaikan BBM ini serba dilematis di sisi lain pihaknya pun menolak naiknya harga BBM, namun karena dia juga sudah terbebani pembelian pertalite yang biasa dipakainya.

Meski begitu kata Ali hal itu dilakukan agar para penumpang memberikan pengertian karena kenaikan harga BBM yang dinaikan pemerintah.

"Jadi, saat inu pun kita sekali jalan mengisi BBM tembus Rp30 ribu jika dahulu hanya Rp.22.950 untuk 3 liter pertalite, karena BBM naik ya mohon pengertiannya aja,"ujar Ali kepada wartawan.

Selain itu, kenaikan tarif angkot tersebut menurut pendapatnya, juga sesuai dengan kebutuhan pokok yang sudah pada naik dan pihaknya bersama sopir angkot lainnya sepakat menaikan tarif." Ya sekitar Rp2 ribuan naiknya sesuai dengan kenaikan harga BBM," katanya.

Berikut ini tarif baru yang diberlkukan para sopir untuk rute Cilegon-Anyer yaitu :

1. Cilegon - Kerenceng Rp7.000

2. Cilegon - Warung Kara Rp10.000

3. Brown Rp13.000

4. Anyer Rp15.000

5. Cibaru Rp18.000

6. Sirih Rp20.000

7. Karangbolong Rp25.000

8. Carita Rp30.000

9. Labuan Rp30.000.

Jika melihat di Dinas Perhubungan Kota Cilegon tarif resmi Cilegon-Ayer yakni hanya Rp8.000 saja. Artinya kenaikan yang diberlakukan sepihak para sopir Rp15.000 tersebut mencapai 75 persen dari tarif resmi yakni Rp8.000.

Kenaikan sepihak yang diberikan itu karena sampai sekarang pihak pemerintah daerah belum mengeluarkan tarif resmi yang diberlakukan kepada para sopir angkot.

Untuk di kota Cilegon sendiri tarif resmi sebagai berikut:

1. Cilegon – Merak jarak 15 kilometer (KM) tarif terdekat Rp4.000 tarif terjauh Rp8.000.

2. Merak – Salira jarak 15 KM tarif terdekat Rp4.000 tarif terjauh Rp8.000.

3. Cilegon – Anyer jarak 15 KM tarif terdekat Rp4.000 tarif terjauh Rp8.000.

4. Cilegon – Mancak jarak 15 KM tarif terdekat Rp4.000 tarif terjauh Rp9.000.

5. Cilegon – Bojonegara jarak 15 KM tarif terdekat Rp4.000 tarif terjauh Rp7.000.

6. Cilegon – PCI jarak 10 KM tarif terdekat Rp3.000 tarif terjauh Rp4.500.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cilegon Joko Purwanto menyampaikan bahwa kepada para sopir angkot untuk tidak menaikan tarif sepihak lantarabdalam waktu dekat akan diputuskan secepatnya. Namun, untuk menentukannya akan terlebih dahulu membahas dalam rapat yang diadakan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten bersama dengan kabupaten kota lainnya.

“Yang pasti sedang disiapkan draf untuk tarif baru. Namun instruksinya akan ada rapat dengan Dishub Provinsi bersama seluruh kabupaten/kota untuk menentukan berapa naik tarifnya," katanya.

Editor : Iskandar Nasution
Bagikan Artikel Ini