BBM Naik, Operator Kapal Ferry Pelabuhan Merak Geruduk Kantor BPTD Desak Kemenhub Sesuaikan Tarif

Tim iNewsPandeglang
.
Kamis, 22 September 2022 | 16:38 WIB
Operator Kapal Ferry Pelabuhan Merak Unjuk Rasa Geruduk Kantor BPTD Banten. (Foto Iskandar Nasution)

CILEGON, iNewsPandeglang.id - Operator Transportasi Laut  kapal ferry dan pengusaha di Pelabuhan Merak kembali melakukan aksi unjuk rasa geruduk  Kantor Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten, Kamis 22 September 2022.

Pantauan di lokasi para demonstran yang  terdiri dari para  pengusaha dan operator  kapal ferry dengan massa yang cukup besar. Mereka mendapat pengawalan  ketat dari kepolisian. Sebelumnya pernah  melakukan aksi yang sama, namun kali ini massa lebih banyak lagi. 

Dalm aksinya massa  membentangkan berbagai spanduk dan poster yang bertuliskan aspirasi dan kecaman kepada Kemenhub. Aksi ini dipicu lantaran adanya dampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM)  yang sudah ditetapkan,  mereka  mendesak Kementerian Perhubungan (Kemenhub) agar segera memberlakukan tarif sesuai dengan perhitungan yang telah dilakukan pemerintah. 

Aminudin Rifai, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap) menyatakan bahwa menolak tarif yang ditetapkan tidak mempertimbangkan kemampuan pengusaha angkutan penyebrangan yang dipolitisasi.

Jika pemerintah menetapkan tarif tidak sesuai dengan perhitungan, maka pengusaha minta supaya diberikan kompensasi subsidi terhadap selisih kenaikan harga BBM.

"Seandainya kondisi itu harus dilakukan, ya apa yang  harus kami lakukan karena kapal-kapal tidak kuat beroperasi dihadapkan dengan kondisi seperti ini. Pertanyaanya balik lagi ke kementrian mau gak kapal-kapal di sini gak beroperasi di semua lintasan?," ujarnya.

Aminudin mengaku jika pihak berwenang dalam hal ini Kemenhub tidak segera menetapkan tarif sesuai perhitungan maka pihaknya akan mengurangi jumlah trip  karena tidak mampu membeli BBM.

"Saya kembalikan kepada pengusaha sekuat apa mereka bisa menerima beban kenaikan BBM ini,"tuturnya.

Karena kata dia,  pengusaha Merak-Bakaheni ini terbilang masih belum stabil seperti muatannya pandemi juga belum habis, itu sudah engap-engapan. Oleh karena itu   jumlah trip  akan dikurangi separuhnya. 

Dengan BBM Naik, Pengusaha dan Operator Kapal Ferry Pelabuhan Merak dalam aksi demo ini menyatakan sikap dengan setegas-tegasnya dan sekeras-kerasnya agar pemerintah segera menetapkan tarif yang  sesuai dengan perhitungan.
 

Editor : Iskandar Nasution
Bagikan Artikel Ini