Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat Adit harus putus sekolah. Orang tuanya telah berpisah. Ayahnya bekerja di Merauke, sementara ibunya tinggal bersama keluarga barunya di Kecamatan Sobang.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Adit bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu. Jika tidak ada pekerjaan, ia mengandalkan bantuan tetangga.
Sekretaris Desa Pejamben, Sanarudin, mengatakan pihak desa sudah berupaya mengusulkan bantuan rumah layak huni.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan, tapi terkendala status lahan,” jelasnya.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
