PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id – Seorang remaja berusia 16 tahun di Kabupaten Pandeglang, Banten harus menjalani kehidupan berat di usia belia. Ia tinggal di sebuah gubuk reyot bersama tiga adiknya dan menjadi satu-satunya tulang punggung keluarga.
Remaja bernama Rasya Adit Saputra itu menetap di Kampung Cibango Elor, Desa Pejamben, Kecamatan Carita. Gubuk berukuran sekitar 2×3 meter yang mereka tempati sudah berdiri lebih dari enam tahun dan kondisinya semakin memprihatinkan.
Dinding rumah hanya terbuat dari GRC dan bilik bambu, sedangkan atapnya menggunakan terpal bekas. Saat hujan turun disertai angin kencang, Adit dan adik-adiknya kerap merasa cemas.
“Kalau hujan besar, saya takut rumahnya roboh,” ujar Adit, Kamis (8/1/2026).
Kondisi ekonomi keluarga yang sulit membuat Adit harus putus sekolah. Orang tuanya telah berpisah. Ayahnya bekerja di Merauke, sementara ibunya tinggal bersama keluarga barunya di Kecamatan Sobang.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Adit bekerja serabutan dengan penghasilan tak menentu. Jika tidak ada pekerjaan, ia mengandalkan bantuan tetangga.
Sekretaris Desa Pejamben, Sanarudin, mengatakan pihak desa sudah berupaya mengusulkan bantuan rumah layak huni.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan, tapi terkendala status lahan,” jelasnya.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
