Mengenal Norwegia, Negara yang Timnas Sepakbolanya Donasikan Hadiah World Cup 2026 ke Palestina
PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id - Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) resmi mengumumkan akan mendonasikan seluruh keuntungan dari partisipasi tim nasionalnya di Piala Dunia 2026 untuk bantuan kemanusiaan di Gaza, Palestina. Keputusan itu disampaikan Presiden NFF Lise Klaveness di Oslo, Selasa (14/7/2026), tak lama setelah skuad berjuluk Løvene menembus babak perempat final. Dana yang ditaksir mencapai puluhan juta kroner Norwegia itu akan disalurkan melalui organisasi kemanusiaan Dokter Lintas Batas (Médecins Sans Frontières/MSF) untuk mendukung layanan medis darurat bagi warga sipil yang terdampak konflik.
Aksi mulia ini bukan yang pertama. Pada Oktober 2025, NFF juga menyumbangkan seluruh keuntungan laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Israel di Stadion Ullevaal, Oslo, yang dimenangkan Norwegia 5-0 senilai sekitar 4,5 juta kroner atau Rp8 miliar untuk Gaza. "Pertandingan ini berlangsung di tengah situasi yang diwarnai penderitaan kemanusiaan yang tidak terbayangkan. Kami tidak bisa bersikap acuh terhadap hal tersebut," kata Klaveness kala itu.
Norwegia Merupakan Negara Nordik yang Makmur
Lantas, seperti apa Norwegia, negara yang federasi sepak bolanya rela melepas keuntungan demi kemanusiaan? Norwegia adalah negara di Eropa Utara yang menempati separuh barat Semenanjung Skandinavia, dengan ibu kota Oslo. Berpenduduk sekitar 5,48 juta jiwa (2023) di wilayah seluas 385.207 kilometer persegi, Norwegia berbentuk monarki konstitusional dengan Raja Harald V sebagai kepala negara dan pemerintahan dipimpin perdana menteri. Bersama Denmark, Finlandia, Islandia, dan Swedia, Norwegia termasuk rumpun negara Nordik yang dikenal berperekonomian maju.
Kemakmuran Norwegia ditopang sektor minyak dan gas, negara ini tercatat sebagai produsen migas terbesar di Eropa Barat sejak dekade 1970-an. Menariknya, meski kaya migas, sekitar 98 persen listrik Norwegia justru berasal dari energi terbarukan, terutama tenaga hidro. Bank Dunia memasukkan Norwegia dalam daftar 35 negara maju dunia, sementara World Economic Forum menempatkannya di posisi ketiga negara dengan layanan jaminan sosial paling memadai. Secara historis, wilayah ini pernah menjadi pusat kejayaan bangsa Viking, sempat dikuasai Kerajaan Denmark dan Swedia, sebelum akhirnya merdeka dan berpisah dari Swedia pada 1905.
Editor: Iskandar Nasution