Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Parah! Warga Gaza Temukan Pil Mencurigakan di Dalam Tepung Bantuan
Advertisement . Scroll to see content

Mengenal Norwegia, Negara yang Timnas Sepakbolanya Donasikan Hadiah World Cup 2026 ke Palestina

Kamis, 16 Juli 2026 | 19:20 WIB
  • author Dodi C.A
Mengenal Norwegia, Negara yang Timnas Sepakbolanya Donasikan Hadiah World Cup 2026 ke Palestina
Suasana alam Norwegia yang terkenal dengan fjord dan pegunungannya. Negara ini menjadi sorotan setelah federasi sepak bolanya mendonasikan keuntungan Piala Dunia 2026 untuk Gaza. (Foto: Dok. TripZaza)

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id - Federasi Sepak Bola Norwegia (NFF) resmi mengumumkan akan mendonasikan seluruh keuntungan dari partisipasi tim nasionalnya di Piala Dunia 2026 untuk bantuan kemanusiaan di Gaza, Palestina. Keputusan itu disampaikan Presiden NFF Lise Klaveness di Oslo, Selasa (14/7/2026), tak lama setelah skuad berjuluk Løvene menembus babak perempat final. Dana yang ditaksir mencapai puluhan juta kroner Norwegia itu akan disalurkan melalui organisasi kemanusiaan Dokter Lintas Batas (Médecins Sans Frontières/MSF) untuk mendukung layanan medis darurat bagi warga sipil yang terdampak konflik.

Aksi mulia ini bukan yang pertama. Pada Oktober 2025, NFF juga menyumbangkan seluruh keuntungan laga kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Israel di Stadion Ullevaal, Oslo, yang dimenangkan Norwegia 5-0 senilai sekitar 4,5 juta kroner atau Rp8 miliar untuk Gaza. "Pertandingan ini berlangsung di tengah situasi yang diwarnai penderitaan kemanusiaan yang tidak terbayangkan. Kami tidak bisa bersikap acuh terhadap hal tersebut," kata Klaveness kala itu.

Norwegia Merupakan Negara Nordik yang Makmur

Lantas, seperti apa Norwegia, negara yang federasi sepak bolanya rela melepas keuntungan demi kemanusiaan? Norwegia adalah negara di Eropa Utara yang menempati separuh barat Semenanjung Skandinavia, dengan ibu kota Oslo. Berpenduduk sekitar 5,48 juta jiwa (2023) di wilayah seluas 385.207 kilometer persegi, Norwegia berbentuk monarki konstitusional dengan Raja Harald V sebagai kepala negara dan pemerintahan dipimpin perdana menteri. Bersama Denmark, Finlandia, Islandia, dan Swedia, Norwegia termasuk rumpun negara Nordik yang dikenal berperekonomian maju.

Kemakmuran Norwegia ditopang sektor minyak dan gas, negara ini tercatat sebagai produsen migas terbesar di Eropa Barat sejak dekade 1970-an. Menariknya, meski kaya migas, sekitar 98 persen listrik Norwegia justru berasal dari energi terbarukan, terutama tenaga hidro. Bank Dunia memasukkan Norwegia dalam daftar 35 negara maju dunia, sementara World Economic Forum menempatkannya di posisi ketiga negara dengan layanan jaminan sosial paling memadai. Secara historis, wilayah ini pernah menjadi pusat kejayaan bangsa Viking, sempat dikuasai Kerajaan Denmark dan Swedia, sebelum akhirnya merdeka dan berpisah dari Swedia pada 1905.

Tradisi Panjang Diplomasi Kemanusiaan

Kepedulian Norwegia terhadap Palestina bukan hal baru, melainkan cerminan politik luar negerinya yang menekankan perdamaian dan hak asasi manusia. Norwegia adalah tuan rumah perundingan rahasia yang melahirkan Kesepakatan Oslo 1993, sekaligus ketua Komite Penghubung Ad Hoc (AHLC), kelompok donor internasional untuk Palestina. Puncaknya, pada 28 Mei 2024, Norwegia resmi mengakui Palestina sebagai negara.

"Di tengah perang, dengan puluhan ribu orang tewas dan terluka, kita harus tetap mempertahankan satu-satunya alternatif yang menawarkan solusi politik bagi Israel dan Palestina: Dua negara, hidup berdampingan, dalam perdamaian dan keamanan," kata Perdana Menteri Jonas Gahr Store. Ia menegaskan, "Tidak akan ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara."

Perjalanan Bersejarah di Piala Dunia 2026

Di atas lapangan, timnas Norwegia asuhan Ståle Solbakken mencatat sejarah pada Piala Dunia 2026 setelah absen hampir tiga dekade. Tergabung di Grup I bersama Prancis, Senegal, dan Irak, Norwegia membuka turnamen dengan membantai Irak 4-1 di Boston pada 16 Juni, Erling Haaland memborong dua gol pertamanya di Piala Dunia. Enam hari berselang, giliran Senegal ditekuk 3-2 lewat brace Haaland lagi, meski gol Sadio Sarr sempat membuat laga menegangkan hingga akhir.

Di fase gugur, Norwegia menyingkirkan Pantai Gading pada babak 32 besar, lalu mengejutkan dunia dengan menumbangkan Brasil 2-1 di babak 16 besar. Langkah mereka akhirnya terhenti di perempat final usai kalah tipis 1-2 dari Inggris melalui perpanjangan waktu. Haaland menutup turnamen dengan torehan tujuh gol dalam empat laga beruntun. Dari perjalanan bersejarah inilah pundi-pundi pemasukan NFF mengalir  dan alih-alih dinikmati sendiri, seluruh keuntungannya dipersembahkan untuk rakyat Gaza. Sebuah bukti bahwa kemenangan terbesar sepak bola tak selalu diukir di atas lapangan. Sungguh Menggetarkan!

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut