Sejumlah Makanan Tradisional Indonesia yang Sangat Populer di Masyarakat

Hanna Ratih
.
Kamis, 22 September 2022 | 21:06 WIB
Rendang (Foto: iNews)

PADANG, iNewsPandeglang.id – Terdapat sejumlah makanan tradisional Indonesia dan asalnya sangat enak rasanya dan populer di masyarakat.  Makanan tradisional ini tidak hanya populer di daerahnya saja, namun juga terkenal di Nusantara. Indonesia yang memiliki banyak pulau dari sabang sampai merauke berpengaruh terhadapat makanannya yang beraneka ragam. Lalu makanan apa saja yang menjadi populer di seluruh pelosok negeri?

Berikut daftar makanan tradisional Indonesia dan asalnya yang populer: 

1. Rendang, Minangkabau

 Siapa yang tidak tahu dengan rendang? Makanan tradisional Indonesia ini berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. Tak hanya digemari oleh masyarakat dari dalam negeri, rendang juga terkenal hampir di seluruh penjuru dunia. 

Untuk memasaknya membutuhkan proses hingga berjam-jam sampai rendang menjadi benar-benar kering berwarna hitam pekat. Untuk masyarakat Minang, makanan ini sudah ada sejak dahulu, dan rendang sudah menjadi makanan wajib dihidangkan dalam berbagai acara adat serta menjadi makanan keseharian orang Minang. 

Rendang semakin terkenal karena tradisi masyarakat Minang yang senang merantau sehingga makanan ikut bersama para perantau. Bahan dasar dari rendang, yakni serai, jahe, kunyit, lengkuas beserta bumbu rempah-rempah lainnya dan tentu saja santan dan daging.

 2. Pecel, Madiun

Berikutnya pecel, pecel Merupakan makanan tradisional asal Madiun terbuat dari berbagai macam sayuran yang telah direbus. Pecel memiliki konsep yang sama dengan salad bagi orang Eropa.  Pecel merupakan sayuran segar yang disajikan dengan siraman sambal pecel.

Biasanya pecel Madiun ini disantap dengan nasi putih hangat beserta ayam, tempe, tahu, rempeyek dan lempeng putih/karak.  Makanan ini memiliki cara penyajian yang bisa digunakan dengan menggunakan piring ataupun menggunakan daun pisang yang dipincuk. Mayoritas warga Madiun senang menyantap pecel di atas pincuk.  Hal tersebut membuat aroma khas yang berasa dari daun pisang layu terkena dengan panas nasi putih sehingga makanan terasa lebih sedap.

 

3. Pempek, Palembang

Pempek merupakan salah satu makanan tradisional Indonesia dan asalnya yaitu Palembang. Pempek jenis makanan yang diolah  dari bahan ikan dan sagu.  Makanan ini sangat mudah ditemukan di Palembang. Bahkan, di jalanan dan banyak toko yang menjual pempek. Banyaknya yang menjual pempek di Palembang sehingga Kota Palembang disebut sebagai Kota Pempek.
 

4. Kerak Telor, Jakarta

Kerak telor merupakan makanan yang berasal dari Jakarta (Betawi). Kerak telor sudah terkenal sejak zaman Belanda. Bahan utama kerak telor, yakni telur, ayam, ebi, beras ketan putih yang dimasak dengan cara disangrai hingga kering. Kemudian ditambah bawang merah goreng dan diberi bumbu yang sudah di haluskan, yaitu kelapa sangrai, cabai merah, jahe, merica butiran, kencur, garam dan gula pasir.

5. Serabi Notosuman, Solo

Serabi Notosuman erupakan salah satu makanan tradisional Indonesia dari Solo ini cukup terkenal di seluruh pelosok Indonesia. Saat ini serabi dijual dengan berbagai variasi juga dengan varian rasa yang banyak.  Makanan berbahan dasar tepung beras ini menjadi hidangan sangat nikmat jika di santap dengan minuman hangat.

6. Sate Klathak, Yogyakarta

Sate Klathak Memiliki bahan dasar, yaitu daging kambing. Keunikan makanan ini terletak pada tusuk sate terbuat dari jeruji besi sepeda. Cara memasaknya dengan cara dibakar kemudian diberi bumbu garam.  Penyajian sate Klathak umumnya terdiri dari 2 -4 tusuk. Biasanya ditemani dengan kuah yang memiliki dominan rasa gurih serta aroma daging kambing. 

Pencetus atau perintis sate klathak, yaitu Mbah Ambyah berasal dari  Jejeran, Desa Wonokromo, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul. Menu sate ini sudah ada sejak mbah Ambyah merintis usahanya pada sekitar 1940-an.  Fakta yang menunjukkan keberadaan sate Klathak di Bantul yang dicetuskan oleh Mbah Ambyah telah mampu menjadi ciri khas tersendiri bagi Kabupaten Bantul serta Daerah Istimewa Yogyakarta. 

 

Editor : Iskandar Nasution
Bagikan Artikel Ini