JAKARTA, iNewsPandeglang.id - Lari 10 kilometer di Jakarta saat matahari terik saja sudah bikin keringat bercucuran. Bagaimana kalau kamu harus lari 42,2 kilometer di atas es, dengan suhu di bawah nol derajat?
Itulah yang ditawarkan Antarctic Ice Marathon 2027. Ajang lari ini dijadwalkan berlangsung pada 13 Desember 2027 di Union Glacier, kawasan pedalaman Antarktika. Peserta bisa memilih kategori full marathon (42,2 km) atau half marathon.
Event tak biasa ini diselenggarakan oleh Runbuk, yang selama ini dikenal sebagai promotor olahraga ekstrem dan logistik global berskala internasional. Perusahaan yang berbasis di Burlingame, California, Amerika Serikat ini berfokus pada manajemen ajang lari maraton dan petualangan di lokasi-lokasi paling terpencil dan ekstrem di dunia.
Dingin yang Jauh dari Kata "Sejuk"
Buat kita yang terbiasa dengan cuaca tropis, angka -10 hingga -20 derajat Celcius sulit dibayangkan. Itu kisaran suhu di Union Glacier pada periode lomba, menurut penyelenggara. Rata-rata wind chill atau suhu terasa akibat angin tercatat sekitar -20°C.
Medannya juga bukan lintasan lari biasa. Peserta berlari di permukaan salju dan es pada ketinggian sekitar 700 meter. Jadi tantangannya bukan cuma jarak, tapi juga dingin, angin, dan pijakan yang licin.
Biayanya Bikin Geleng-Geleng
Tarif standar resminya US$22.500. Dengan kurs sekitar Rp17.919 per US$1 pada 5 Oktober 2026, angkanya setara Rp403,2 juta.
Nominal sebesar itu memang terdengar gila untuk sebuah lomba lari. Tapi biaya tersebut bukan sekadar tiket lomba. Paket resminya mencakup:
- penerbangan pulang-pergi Punta Arenas (Chile) ke Antarktika dan transportasi terkait penerbangan
- akomodasi dan makanan selama di Antarktika
- perlengkapan suvenir
- tiket mengikuti marathon atau half marathon
Artinya, harga itu sudah termasuk "tiket masuk" ke salah satu tempat paling terpencil di Bumi.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
