PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id – Krisis air bersih melanda sekitar 100 kepala keluarga (KK) di Kampung Leuwigede, Desa Sumur Batu, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Banten. Selama sekitar empat bulan dilanda kemarau, warga terpaksa menggunakan air keruh dan berbau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Kondisi sumber mata air yang semakin mengering membuat warga harus bergantian mendapatkan air. Untuk memperoleh sekitar 20 liter, warga bahkan harus menunggu hingga satu hari satu malam.
Ineung, salah seorang warga, mengatakan air yang tersedia harus disaring terlebih dahulu sebelum dibawa pulang.
“Untuk mendapatkan 20 liter saja harus menunggu giliran. Airnya keruh dan bau, jadi sebelum dibawa ke rumah harus disaring terlebih dahulu,” ungkap Ineung.
Kondisi tersebut membuat warga melakukan penjagaan secara bergantian. Pada malam hari, sejumlah bapak-bapak berjaga di sekitar sumber air, sedangkan ibu-ibu menunggu giliran pada siang hari.
Junti, warga lainnya, mengaku harus mengantre hingga satu hari satu malam untuk mendapatkan sekitar 20 liter air.
“Harus antre bersama warga lainnya. Setelah mendapatkan air, disaring dulu baru dibawa pulang,” ujarnya.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
