Sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi terpadu, BMKG mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah rawan karhutla seperti Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan Tengah, sekaligus menjaga ketersediaan air baku di waduk strategis.
"BMKG mengambil langkah proaktif dengan memperkuat dan memperluas OMC sebagai bentuk komitmen mitigasi bencana hidrometeorologi secara terpadu di Indonesia," ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya.
Masyarakat diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh, mengandalkan masker saat berada di area terpapar asap/debu, membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat terik memuncak, serta segera mencari penanganan medis jika mengalami gejala gangguan kesehatan.
"Pemangku kepentingan dan masyarakat luas perlu mewaspadai kondisi ini, sekaligus menyiapkan mekanisme respons cepat untuk mengantisipasi potensi perubahan sebaran penyakit DBD dan malaria, serta ancaman heat-stroke akibat cuaca panas ekstrem," tulis BMKG dalam pernyataannya baru baru ini.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
