Kemarau Ekstrem Diprediksi Terus Berlanjut, BMKG Peringatkan Adanya Ancaman Gangguan Kesehatan

Dodi C.A
Krisis air bersih – Warga menghadapi keterbatasan air akibat kemarau ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. (Foto : Dok. Iskandar Nasution)

Sebagai langkah mitigasi bencana hidrometeorologi terpadu, BMKG mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di berbagai wilayah rawan karhutla seperti Sumatera Selatan, Riau, dan Kalimantan Tengah, sekaligus menjaga ketersediaan air baku di waduk strategis.  

"BMKG mengambil langkah proaktif dengan memperkuat dan memperluas OMC sebagai bentuk komitmen mitigasi bencana hidrometeorologi secara terpadu di Indonesia," ujar Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani dalam keterangannya.  

Masyarakat diimbau menjaga kecukupan cairan tubuh, mengandalkan masker saat berada di area terpapar asap/debu, membatasi aktivitas fisik berat di luar ruangan saat terik memuncak, serta segera mencari penanganan medis jika mengalami gejala gangguan kesehatan.  

"Pemangku kepentingan dan masyarakat luas perlu mewaspadai kondisi ini, sekaligus menyiapkan mekanisme respons cepat untuk mengantisipasi potensi perubahan sebaran penyakit DBD dan malaria, serta ancaman heat-stroke akibat cuaca panas ekstrem," tulis BMKG dalam pernyataannya baru baru ini.

Editor : Iskandar Nasution

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network