Kemarau Ekstrem Diprediksi Terus Berlanjut, BMKG Peringatkan Adanya Ancaman Gangguan Kesehatan

Dodi C.A
Krisis air bersih – Warga menghadapi keterbatasan air akibat kemarau ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. (Foto : Dok. Iskandar Nasution)

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id  -  Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman gangguan kesehatan seiring fenomena El Nino kategori kuat yang diprediksi bertahan hingga kuartal pertama 2027.  

Puncak musim kemarau mendominasi sebagian besar wilayah Indonesia pada Agustus hingga September 2026. Minimnya curah hujan dan lonjakan suhu udara yang tinggi tidak hanya memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga berdampak langsung pada kondisi fisik masyarakat.  

Penurunan kualitas udara akibat paparan debu dan asap karhutla berisiko tinggi memicu lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Selain itu, kondisi cuaca ekstrem ini memengaruhi sebaran penyakit menular berbasis lingkungan seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) dan malaria, serta meningkatkan risiko terjadinya sengatan panas (heat stroke) bagi individu yang banyak beraktivitas di luar ruangan.  



Editor : Iskandar Nasution

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network