Isu ini membuat sebagian masyarakat ragu dan beralih menggunakan BBM lain seperti Pertalite. Untuk meredam keresahan, Komisi VII DPR RI turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke beberapa SPBU Pertamina di Jakarta Timur.
Dari hasil sidak, tidak ditemukan bukti bahwa Pertamax yang dijual di SPBU sudah dioplos. Kualitas BBM tetap sesuai standar yang telah ditetapkan.
Ketua Komisi VII DPR RI, Sugeng Suparwoto, menegaskan, "Kami sudah cek langsung, dan tidak ada indikasi Pertamax di SPBU dioplos. Masyarakat tidak perlu panik, namun tetap waspada dan melapor jika menemukan kejanggalan."
Dugaan adanya pengoplosan Pertamax memang mencurigakan, terutama setelah Kejaksaan Agung menemukan indikasi keterlibatan oknum. Namun, dari sidak yang dilakukan DPR dan pengawasan ketat Pertamina, tidak ada bukti bahwa Pertamax yang dijual di SPBU telah dicampur dengan bahan lain.
Pertamina pun meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya dengan isu yang belum terbukti kebenarannya. Bagi yang ragu, disarankan untuk selalu mengisi BBM di SPBU resmi agar terhindar dari bahan bakar yang kualitasnya diragukan.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait