Lebih lanjut, Taufik menegaskan bahwa pihaknya sering melakukan kegiatan CSR (Corporate Social Responsibility) untuk masyarakat sekitar. "Kami selalu memberikan bantuan ke masyarakat melalui program CSR. Kami juga sudah berusaha menjaga lingkungan dengan baik, namun tetap saja ada tudingan miring seperti ini. Yang bikin heran, di tempat lain ada tambang emas yang jelas-jelas pakai bahan kimia berbahaya, tapi nggak ada protes dari warga," tambahnya.
Penutupan sementara tambang ini membuat sekitar 50 karyawan, yang sebagian besar merupakan warga lokal, khawatir akan pemutusan hubungan kerja (PHK) massal. Mereka berharap, perusahaan dapat segera beroperasi kembali agar mereka bisa melanjutkan hidup dan menafkahi keluarga.
Dengan situasi ini, pihak perusahaan berharap ada solusi yang baik bagi semua pihak. Sementara itu, para pekerja terus berharap agar usaha tambang bisa kembali dibuka agar mereka tidak kehilangan sumber pendapatan utama.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait