BMKG Mencatat 65 Kali Gempa Susulan di Selat Sunda

Epul Galih
Ilustrasi gempa.(Foto:Dok iNews.id)

Sebelumnya pada gempa awal kemarin warga tampak berhamburan keluar kantor dan warung nasi untuk menyelamatkan diri. Bagi sebagian warga Pandeglang, guncangan gempa bumi ini mengaku takut dan trauma mendalam akan terjadinya bencana tsunami seperti di tahun 2018 lalu, banyak korban meninggal dunia dan tempat tinggal mereka hancur tak tersisa.

"Sempat panik pak, takut kantor kita rubuh," ucap Heri Nurbaduy petugas Satpol PP.

Sementara pemilik warung bernama Seding mengaku trauma. "Trauma pak, apalagi warung dekat dengan laut," katanya.

Menurut warga bangunan takut roboh lantaran gedung kecamatan yamg mereka tempati kondisinya sudah rapuh  dan rawan ambruk terlebih lantaran belum ada perbaikan.

Data dari BMKG dengan memperlihatkan lokasi episenter dan kedalaman hiposentrumnya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal  akibat adanya sesar aktif  Hasil analisis  mekanisme sumber menunjukan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser. 

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan gempa sebelum kembali ke dalam rumah pastikan bangunan tempat tinggal tahan gempa.

Editor : Iskandar Nasution

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network