Shinta Nuriyah Wahid Jadi Wakil Wantimpres
JAKARTA, iNewsPandeglang.id – Sinta Nuriyah Wahid, istri mendiang Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Sinta menjadi satu-satunya perempuan dari 26 nama yang ditetapkan sebagai anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P Tahun 2026. Dalam susunan tersebut, Wantimpres dipimpin oleh Pratikno sebagai ketua dan Hatta Rajasa sebagai wakil ketua.
Masuknya Sinta dalam jajaran Wantimpres menjadi perhatian karena rekam jejaknya selama puluhan tahun di bidang pemberdayaan perempuan, kemanusiaan, kehidupan keagamaan, serta dialog lintas agama.
Memiliki Latar Belakang Pendidikan Pesantren
Sinta Nuriyah lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 8 Maret 1948. Ia menempuh pendidikan awal di Sekolah Rakyat Jombang sebelum melanjutkan ke Madrasah Muallimat Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Pendidikan tingginya ditempuh di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Strata Dua pada Program Kajian Wanita, Pascasarjana Universitas Indonesia.
Pada 18 Desember 2019, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan gelar Doktor Honoris Causa bidang Sosiologi Agama kepada Sinta. Perhatian akademiknya banyak berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, kekerasan terhadap perempuan, relasi gender, serta hubungan Islam dengan kehidupan sosial.
Latar belakang pendidikan pesantren dan kajian perempuan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari aktivitas sosial Sinta selama bertahun-tahun.
Aktif sebagai Pendidik, Jurnalis, dan Aktivis
Sebelum dikenal publik sebagai Ibu Negara saat Gus Dur menjabat Presiden RI, Sinta telah aktif dalam berbagai bidang.
Ia pernah menjadi tenaga pengajar di sejumlah lembaga pendidikan, antara lain Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng, dan Universitas Darul Ulum Rejoso.
Sinta juga memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Ia pernah menjadi jurnalis Majalah Keluarga Zaman dan wartawan Majalah Matra.
Editor: Iskandar Nasution