Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Wapres Tak Duduk di Samping Presiden, Qodari: Prabowo Ingin Semua Peserta Melihatnya Jelas
Advertisement . Scroll to see content

Shinta Nuriyah Wahid Jadi Wakil Wantimpres

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:45 WIB
  • author Dodi C.A
Shinta Nuriyah Wahid Jadi Wakil Wantimpres
Sinta Nuriyah Wahid resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta. (Foto: BPMI Sekretariat Presiden)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id – Sinta Nuriyah Wahid, istri mendiang Presiden ke-4 Republik Indonesia Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, resmi dilantik sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Jumat (2/10/2026).

Sinta menjadi satu-satunya perempuan dari 26 nama yang ditetapkan sebagai anggota Wantimpres berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 107/P Tahun 2026. Dalam susunan tersebut, Wantimpres dipimpin oleh Pratikno sebagai ketua dan Hatta Rajasa sebagai wakil ketua.

Masuknya Sinta dalam jajaran Wantimpres menjadi perhatian karena rekam jejaknya selama puluhan tahun di bidang pemberdayaan perempuan, kemanusiaan, kehidupan keagamaan, serta dialog lintas agama.

Memiliki Latar Belakang Pendidikan Pesantren

Sinta Nuriyah lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 8 Maret 1948. Ia menempuh pendidikan awal di Sekolah Rakyat Jombang sebelum melanjutkan ke Madrasah Muallimat Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.

Pendidikan tingginya ditempuh di Fakultas Syariah IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ia kemudian melanjutkan pendidikan Strata Dua pada Program Kajian Wanita, Pascasarjana Universitas Indonesia.

Pada 18 Desember 2019, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan gelar Doktor Honoris Causa bidang Sosiologi Agama kepada Sinta. Perhatian akademiknya banyak berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, kekerasan terhadap perempuan, relasi gender, serta hubungan Islam dengan kehidupan sosial.

Latar belakang pendidikan pesantren dan kajian perempuan tersebut kemudian menjadi bagian penting dari aktivitas sosial Sinta selama bertahun-tahun.

Aktif sebagai Pendidik, Jurnalis, dan Aktivis

Sebelum dikenal publik sebagai Ibu Negara saat Gus Dur menjabat Presiden RI, Sinta telah aktif dalam berbagai bidang.

Ia pernah menjadi tenaga pengajar di sejumlah lembaga pendidikan, antara lain Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar, Universitas Hasyim Asy'ari Tebuireng, dan Universitas Darul Ulum Rejoso.

Sinta juga memiliki pengalaman di bidang jurnalistik. Ia pernah menjadi jurnalis Majalah Keluarga Zaman dan wartawan Majalah Matra.

Selain itu, kiprahnya juga banyak bersinggungan dengan isu hak asasi manusia dan pemberdayaan perempuan. Ia pernah menjadi Dewan Penasihat Komnas HAM dan terlibat dalam berbagai kegiatan yang berkaitan dengan kebebasan beragama serta hak-hak perempuan.

Salah satu kiprah pentingnya adalah mendirikan Yayasan Puan Amal Hayati. Yayasan tersebut bergerak dalam advokasi dan konseling bagi perempuan dan anak korban kekerasan dengan menggunakan pendekatan berbasis pesantren.

Dikenal Lewat Sahur Keliling

Salah satu kegiatan Sinta yang paling dikenal masyarakat adalah Sahur Keliling. Kegiatan tersebut telah dilakukan sejak era Gus Dur menjadi Presiden dan terus berlangsung selama lebih dari dua dekade.

Sahur Keliling tidak hanya menyasar lingkungan pesantren, tetapi juga masyarakat duafa dan kelompok marginal. Sinta bersama para relawan mendatangi pekerja, pedagang, tukang becak, pemulung, serta masyarakat yang berada di sekitar terminal, stasiun hingga kolong jembatan.

Kegiatan tersebut juga melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang agama. Melalui Sahur Keliling, Sinta berupaya membangun ruang perjumpaan yang mengedepankan solidaritas, perdamaian, toleransi, dan kehidupan bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Tradisi tersebut bahkan masih dijalankan Sinta pada Ramadan 2026. Saat sahur bersama warga di Jombang, ia menyebut kegiatan tersebut telah dilakukan selama 26 tahun.

Kini Masuk dalam Wantimpres

Pelantikan Sinta Nuriyah sebagai anggota Wantimpres menambah babak baru dalam perjalanan pengabdiannya di bidang sosial dan kemanusiaan.

Dengan pengalaman panjang dalam pemberdayaan perempuan, kehidupan pesantren, hak asasi manusia, serta dialog lintas iman, Sinta kini berada dalam lembaga yang bertugas memberikan nasihat dan pertimbangan kepada Presiden.

Kehadirannya di Wantimpres juga menjadi representasi dari perspektif perempuan dan kelompok masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjuangannya.

Dengan demikian, kiprah Sinta Nuriyah Wahid yang selama ini banyak dilakukan melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan kini mendapat ruang baru di tingkat pemerintahan melalui keterlibatannya dalam Wantimpres.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut