Ternyata Anak Sekolah di Indonesia Lebih Percaya Feeling daripada Fakta Ilmiah
Karena itu, persoalan pendidikan Indonesia tidak hanya tentang mengejar skor PISA. Tantangan yang lebih besar adalah membangun kebiasaan berpikir kritis: ketika menerima sebuah informasi, siswa perlu bertanya dari mana sumbernya, apakah ada bukti yang mendukung, apakah informasi tersebut dapat dibandingkan dengan sumber lain, dan apakah kesimpulannya masuk akal secara ilmiah.
Di era media sosial dan kecerdasan buatan, kemampuan tersebut semakin penting. Informasi yang terlihat meyakinkan belum tentu benar. Begitu pula sesuatu yang terasa masuk akal belum tentu didukung oleh fakta.
Hasil PISA 2025 akhirnya menjadi pengingat bahwa pendidikan tidak cukup hanya membuat siswa mampu menjawab soal. Mereka juga perlu dibiasakan untuk mempertanyakan, memeriksa, membandingkan, dan mengambil keputusan berdasarkan bukti.
Jika kebiasaan tersebut dapat diperkuat sejak sekolah, harapan untuk membangun generasi yang mampu menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045 masih terbuka.
Editor: Iskandar Nasution