Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Ternyata Anak Sekolah di Indonesia Lebih Percaya Feeling daripada Fakta Ilmiah
Advertisement . Scroll to see content

Gawat! Penerima KIP-K dan BPI Terancam Putus Kuliah, Pendaftaran 2025 Dibatalkan!

Kamis, 13 Februari 2025 | 14:06 WIB
  • author Aditya Pratama
Gawat! Penerima KIP-K dan BPI Terancam Putus Kuliah, Pendaftaran 2025 Dibatalkan!
Seorang mahasiswi sedang belajar di kampus. Ribuan mahasiswa terancam putus kuliah akibat pemangkasan anggaran beasiswa. (Foto: Ilustrasi Freepik)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id – Ribuan mahasiswa terancam putus kuliah akibat pemangkasan anggaran besar-besaran di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Program beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI), dan Beasiswa Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADIK) terkena dampak paling besar.

Dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR, Rabu (12/2/2025), Mendikti Saintek, Satryo Soemantri Brodjonegoro, menyampaikan bahwa anggaran kementerian dipangkas sebesar Rp14,3 triliun dari total pagu Rp56,6 triliun. Pemangkasan ini menyebabkan banyak mahasiswa kehilangan bantuan pendidikan yang seharusnya mereka terima.

Program KIP-K mengalami pengurangan anggaran sebesar Rp1,31 triliun. Akibatnya, dari 844.174 mahasiswa penerima KIP-K yang masih kuliah (on going), sebanyak 663.821 mahasiswa tidak akan mendapatkan bantuan lagi pada 2025. Hal ini membuat mereka terancam putus kuliah karena tidak mampu membayar biaya pendidikan.

Tak hanya itu, pendaftaran mahasiswa baru penerima KIP-K tahun 2025 juga resmi dibatalkan. Padahal, program ini sudah membuka pendaftaran sejak 4 Februari 2025, dan tercatat 21.131 orang telah mendaftar hingga 7 Februari. Kini, mereka harus mencari alternatif lain untuk melanjutkan pendidikan.

Pemotongan anggaran juga berdampak pada Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI). Dari pagu awal Rp194,7 miliar, anggaran program ini dipangkas sebesar Rp19,4 miliar. Akibatnya, dari 12.345 mahasiswa penerima BPI, sebanyak 12 mahasiswa program S3 di luar negeri terancam tidak mendapatkan dana beasiswa. Jika tidak ada solusi dari pemerintah, mereka bisa terlantar di luar negeri tanpa kepastian.

Selain itu, Kemendikti Saintek juga membatalkan penerimaan mahasiswa baru untuk program BPI tahun 2025.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut