Sejarah Borobudur Masuk Dunia Digital, 8 Wahana Interaktif Hadir di Jakarta
Adapun Jelajah Borobudur dikemas dalam bentuk permainan interaktif. Harmoni Borobudur menggunakan sensor gerak yang membuat gambaran satwa dalam relief, seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah, dapat merespons gerakan pengunjung.
Rangkaian tersebut ditutup dengan Asal Mula Borobudur The Movie yang menampilkan kisah mengenai penciptaan Candi Borobudur dan relief-reliefnya.
Dalam pengembangannya, riset dan fakta sejarah menjadi pijakan utama. Kurator dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Sri Margana, mengatakan materi yang ditampilkan telah melalui proses riset bersama sejumlah pakar.
“Sejarahnya terakurasi,” kata Sri Margana dalam konferensi pers tersebut.
Penggunaan teknologi dalam pameran ini pun diarahkan sebagai alat bantu visualisasi, bukan menggantikan kajian sejarah. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep Ethical AI yang digunakan dalam pengembangan Purwacarita Borobudur.
Pameran ini merupakan kolaborasi Galeri Indonesia Kaya, Bening Digital Indonesia, dan Curaweda. Kegiatan tersebut berlangsung hingga Desember 2026 dan dapat dikunjungi masyarakat secara gratis.
Editor : Iskandar Nasution