get app
inews
Aa Text
Read Next : Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ingatkan: Pelajar Jangan Ikut Demo, Fokus Sekolah dan Masa Depan!

Sejarah Borobudur Masuk Dunia Digital, 8 Wahana Interaktif Hadir di Jakarta

Jum'at, 04 September 2026 | 17:29 WIB
header img
Pengunjung melihat pameran imersif Purwacarita Borobudur yang mengemas sejarah dan budaya Candi Borobudur dengan teknologi digital dan Ethical AI di Jakarta. (Foto: Dok. SindoNews)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id  Sejarah Candi Borobudur kini dikemas dalam bentuk digital dan interaktif melalui pameran Purwacarita Borobudur: Jelajah Sejarah dalam Ruang dan Rasa di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta.

Pameran yang mulai dibuka pada 1 September 2026 ini memadukan sejarah, budaya, teknologi digital, dan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Masyarakat diajak mengenal lebih jauh kisah di balik pembangunan Borobudur melalui delapan pengalaman imersif.

Program Director Galeri Indonesia Kaya Renitasari Adrian mengatakan pemanfaatan teknologi menjadi salah satu cara untuk mendekatkan sejarah dengan generasi masa kini.

“AI ini sangat berguna sekali buat kami yang ingin menyambungkan sejarah masa lalu dengan generasi sekarang, dengan cara yang lebih menyenangkan,” ujar Renitasari dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Delapan pengalaman tersebut memiliki konsep berbeda. Sapa Borobudur menjadi pengantar mengenai lanskap dan latar zaman berdirinya candi.

Sementara Karmawibhangga dan Avadana mengangkat cerita dari relief Borobudur melalui teater imersif. Ada pula Batu Carita yang menghadirkan tokoh Raja Samaratungga, Putri Pramodhawardhani, Sudhana, dan Manohara.

Buku Carita mengisahkan perjalanan Putri Pramodhawardhani dalam memahami tujuan sang ayah membangun Borobudur. Kemudian Mandala membawa pengunjung mengenal rute sakral peziarah dari Candi Mendut dan Candi Pawon menuju Stupa Induk Borobudur.

Adapun Jelajah Borobudur dikemas dalam bentuk permainan interaktif. Harmoni Borobudur menggunakan sensor gerak yang membuat gambaran satwa dalam relief, seperti burung merak, rusa Jawa, dan gajah, dapat merespons gerakan pengunjung.

Rangkaian tersebut ditutup dengan Asal Mula Borobudur The Movie yang menampilkan kisah mengenai penciptaan Candi Borobudur dan relief-reliefnya.

Dalam pengembangannya, riset dan fakta sejarah menjadi pijakan utama. Kurator dari Departemen Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada, Sri Margana, mengatakan materi yang ditampilkan telah melalui proses riset bersama sejumlah pakar.

“Sejarahnya terakurasi,” kata Sri Margana dalam konferensi pers tersebut.

Penggunaan teknologi dalam pameran ini pun diarahkan sebagai alat bantu visualisasi, bukan menggantikan kajian sejarah. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari konsep Ethical AI yang digunakan dalam pengembangan Purwacarita Borobudur.

Pameran ini merupakan kolaborasi Galeri Indonesia Kaya, Bening Digital Indonesia, dan Curaweda. Kegiatan tersebut berlangsung hingga Desember 2026 dan dapat dikunjungi masyarakat secara gratis.

Editor : Iskandar Nasution

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut