Profil Jampidsus Febrie Jadi Sorotan usai Temuan 74 Kg Emas dan Miliaran Mata Uang Asing
Ironisnya, sepanjang kariernya, Febrie justru dikenal memimpin penanganan berbagai kasus korupsi mega-triliun. Ia terlibat dalam penyidikan kasus korupsi PT Asuransi Jiwasraya (kerugian Rp16,81 triliun), PT Asabri (kerugian Rp22,78 triliun), fasilitas kredit PT Bank Tabungan Negara (BTN), kasus gratifikasi jaksa Pinangki Sirna Malasari, proyek BTS 4G Kominfo, hingga kasus korupsi tata niaga timah di wilayah IUP PT Timah.
Mengundurkan Diri dan Ditetapkan sebagai Tersangka
Namun kini, arah angin berbalik. Dugaan pusaran korupsi justru mengarah kepadanya pasca-penggeledahan di 13 lokasi tersebut. Menanggapi situasi ini, Jampidsus Febrie Adriansyah akhirnya buka suara. Ia menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan di kepolisian, "Semua proses penegakan hukum kita akan menghargai dan menghormati," katanya saat memberikan pernyataan pers di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung), Jumat (10/7).
Ia juga menepis isu kepemilikan bisnis di Jakarta Selatan dengan menegaskan, "Jampidsus tidak ada kaitan dengan apa yang telah diberitakan di medsos seperti di Cipete." Sementara mengenai temuan barang bukti masif di Sentul, Febrie menyerahkan pembuktiannya pada proses hukum, "Bagaimana ada uang yang ditemukan di rumah Sentul, itu ada yang punya, ada kegiatannya, orang-orang kegiatan bisa ditanya, ada bangunannya, bisa nanti dicek, tetapi tentunya ini tidak akan dijelaskan saat ini namun akan dijelaskan dalam satu proses acara yang benar," ujarnya.
Editor : Iskandar Nasution