Panutan! Performa Maksimal di Usia 41 Tahun, Gaya Hidup Cristiano Ronaldo Jadi Sorotan
Rahasia Istirahat: Tidur Polifasik dan Screen-Time Detox
Pola makan sehat tersebut didukung dengan kualitas istirahat yang baik. Ronaldo bekerja sama dengan konsultan tidur olahraga Nick Littlehales untuk menerapkan metode tidur polifasik, yakni tidur singkat beberapa kali dalam sehari.
Selain itu, sekitar 90 menit sebelum tidur malam, Ronaldo mematikan seluruh perangkat elektronik, termasuk ponsel dan televisi. Kebiasaan ini dilakukan agar cahaya biru dari layar tidak mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan penting dalam kualitas tidur.
Latihan Multidimensi di Rumah
Disiplin Ronaldo juga terlihat dalam rutinitas latihannya. Di rumah, ia memiliki pusat kebugaran dan kolam renang pribadi.
Selain latihan beban, peraih lima Ballon d'Or itu rutin menjalani latihan kardio seperti berlari dan mendayung, serta pilates untuk memperkuat otot inti (core).
Mental Baja Berkat Trauma Masa Lalu
Disiplin ekstrem Ronaldo lahir dari motivasi internal yang kuat. Mantan rekan setimnya, Rio Ferdinand, pernah mengungkapkan Ronaldo rela berlatih tenis meja setiap hari hanya untuk membalas kekalahannya.
Di sisi lain, gaya hidup sehat tanpa alkohol dan rokok yang dijalaninya sejak 2005 dipengaruhi pengalaman pribadi. Ayahnya, Dinis Aveiro, meninggal dunia pada usia 52 tahun akibat kecanduan alkohol.
Peristiwa tersebut membentuk Ronaldo menjadi atlet yang menjaga pola hidup sehat. Ia bahkan memilih tidak membuat tato di tubuhnya agar dapat rutin mendonorkan darah.
Dari sosok Cristiano Ronaldo, dunia belajar bahwa konsistensi di level tertinggi tidak dibangun dari semangat sesaat, melainkan dari disiplin yang dijaga setiap hari.
Editor : Iskandar Nasution