Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Harga Emas Antam Anjlok, Termurah Kini Hanya Rp1.030.000!
Advertisement . Scroll to see content

Lebih Sebulan Loyo, Harga Emas Mulai Merangkak Naik

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:30 WIB
  • author Epul Galih
Lebih Sebulan Loyo, Harga Emas Mulai Merangkak Naik
Emas Antam. Setelah mengalami tren penurunan selama lebih dari satu bulan, harga emas kembali menguat dan diproyeksikan masih berpotensi naik pada pekan depan. (Foto: Istimewa)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id Setelah loyo dan mengalami tren penurunan selama empat pekan berturut-turut, harga emas akhirnya mulai menunjukkan taji pada penutupan perdagangan pekan ini. Di pasar domestik, harga emas Antam pecahan 1 gram resmi bertengger di level Rp2.670.000.

Kenaikan harga logam mulia ini langsung memicu pertanyaan hangat di kalangan investor lokal, apakah momen ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan aksi ambil untung atau justru saat yang pas untuk terus menahan aset.

Melihat berbagai sentimen positif yang berkembang, pengamat mata uang dan komoditas dalam negeri, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan harga emas masih berpotensi melanjutkan tren kenaikannya pada pekan depan.

"Kalau seandainya emas dunia itu menguat di resisten kedua itu di 4.348 dolar per troy ons, kemudian logam mulianya di Rp2.780.000 per gram itu data teknikal," kata Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (5/7/2026).

Lebih lanjut, Ibrahim menjelaskan redanya tensi konflik antara Amerika Serikat dan Iran ikut membawa dampak positif terhadap pergerakan emas. Terbukanya kembali Selat Hormuz berhasil menekan harga minyak mentah dunia yang pada gilirannya diprediksi akan meredam laju inflasi global.

Harga Emas Spot Global Melonjak

Loncatan harga di pasar dalam negeri ini sejalan dengan kondisi pasar spot global. Berdasarkan laporan Reuters, harga emas spot dunia melonjak 1,3 persen ke level US$4.174,21 per ons, sehingga berada di jalur kenaikan mingguan lebih dari 2 persen.

Kenaikan tersebut juga diikuti kontrak berjangka emas Amerika Serikat untuk pengiriman Agustus yang naik 1,5 persen ke posisi US$4.186,80 per ons.

Melonjaknya harga emas global dipicu rilis data ketenagakerjaan non-pertanian (Non-Farm Payroll) Amerika Serikat yang jauh di bawah ekspektasi pasar. Lapangan kerja bulan lalu hanya bertambah 57.000, jauh lebih rendah dibanding proyeksi ekonom yang mencapai 110.000.

Perlambatan perekrutan tenaga kerja itu menekan nilai dolar Amerika Serikat terhadap mata uang utama lainnya sehingga membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang selain dolar.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut