Panutan! Performa Maksimal di Usia 41 Tahun, Gaya Hidup Cristiano Ronaldo Jadi Sorotan
PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id – Cristiano Ronaldo kembali membuktikan bahwa usia hanyalah angka. Portugal memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menaklukkan Kroasia 2-1 di Toronto Stadium, Kanada, Jumat (3/7/2026).
Meski gol pertamanya dianulir Video Assistant Referee (VAR) karena offside, sang megabintang tetap mencatatkan namanya di papan skor lewat eksekusi penalti pada menit ke-66. Goncalo Ramos kemudian memastikan kemenangan Portugal melalui gol pada masa injury time (90+4).
Di usianya yang telah menginjak 41 tahun, kebugaran fisik pemain berjuluk CR7 itu terus menuai decak kagum. Di balik performa impresif tersebut, terdapat komitmen tinggi terhadap gaya hidup sehat yang telah dijalani selama bertahun-tahun.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut rahasia gaya hidup sehat Cristiano Ronaldo.
Diet Ketat 6 Kali Sehari Tanpa Gula
Mantan chef pribadinya, Giorgio Barone, mengungkapkan Ronaldo menerapkan pola makan yang sangat disiplin. Ia menghindari gula tambahan, makanan cepat saji, dan susu.
"Untuk sarapan, dia akan makan alpukat dengan kopi tanpa gula dan telur. Sama sekali tanpa gula," ujar Barone, seperti dikutip dari Mirror.
Untuk menjaga energi, Ronaldo makan setiap tiga hingga empat jam sekali atau sekitar enam kali sehari. Menu makanannya didominasi protein tinggi dan karbohidrat kompleks alami seperti nasi merah, quinoa, buah, serta sayuran.
Ayam dan ikan kod asin (Bacalhau à Brás) menjadi menu favoritnya karena kaya protein dan rendah lemak. Meski disiplin, Ronaldo sesekali tetap menikmati cheat meal, seperti menyantap pizza bersama anak-anaknya.
Rahasia Istirahat: Tidur Polifasik dan Screen-Time Detox
Pola makan sehat tersebut didukung dengan kualitas istirahat yang baik. Ronaldo bekerja sama dengan konsultan tidur olahraga Nick Littlehales untuk menerapkan metode tidur polifasik, yakni tidur singkat beberapa kali dalam sehari.
Selain itu, sekitar 90 menit sebelum tidur malam, Ronaldo mematikan seluruh perangkat elektronik, termasuk ponsel dan televisi. Kebiasaan ini dilakukan agar cahaya biru dari layar tidak mengganggu produksi hormon melatonin yang berperan penting dalam kualitas tidur.
Latihan Multidimensi di Rumah
Disiplin Ronaldo juga terlihat dalam rutinitas latihannya. Di rumah, ia memiliki pusat kebugaran dan kolam renang pribadi.
Selain latihan beban, peraih lima Ballon d'Or itu rutin menjalani latihan kardio seperti berlari dan mendayung, serta pilates untuk memperkuat otot inti (core).
Mental Baja Berkat Trauma Masa Lalu
Disiplin ekstrem Ronaldo lahir dari motivasi internal yang kuat. Mantan rekan setimnya, Rio Ferdinand, pernah mengungkapkan Ronaldo rela berlatih tenis meja setiap hari hanya untuk membalas kekalahannya.
Di sisi lain, gaya hidup sehat tanpa alkohol dan rokok yang dijalaninya sejak 2005 dipengaruhi pengalaman pribadi. Ayahnya, Dinis Aveiro, meninggal dunia pada usia 52 tahun akibat kecanduan alkohol.
Peristiwa tersebut membentuk Ronaldo menjadi atlet yang menjaga pola hidup sehat. Ia bahkan memilih tidak membuat tato di tubuhnya agar dapat rutin mendonorkan darah.
Dari sosok Cristiano Ronaldo, dunia belajar bahwa konsistensi di level tertinggi tidak dibangun dari semangat sesaat, melainkan dari disiplin yang dijaga setiap hari.
Editor : Iskandar Nasution