Bendera Palestina Berkibar di Piala Dunia 2026, Tapi Gaza Kian Terlupakan Karena Konflik Iran-Israel
Sementara itu, situasi politik internal di Gaza sulit dinilai dari luar. Sejumlah laporan mengindikasikan kritik terhadap Hamas di wilayah kekuasaannya masih dibungkam secara keras, sehingga penilaian yang akurat sukar dilakukan. Di sisi lain, warga Palestina juga terus dibayangi kekhawatiran akan kemungkinan pengusiran permanen oleh Israel.
Pakar Israel dan Timur Tengah dari Stiftung Wissenschaft und Politik (SWP) Berlin, Peter Lintl, menggambarkan situasi tersebut dengan hati-hati. "Saat ini semuanya tampak berputar," katanya, dikutip dari DW, namun hanya berputar di tempat. Isu-isu krusial seperti pelucutan senjata Hamas, pemerintahan masa depan Gaza, dan penarikan pasukan Israel tak kunjung terselesaikan selama berbulan-bulan. Belum ada pula mekanisme efektif untuk menegakkan kesepakatan, sekalipun kesepakatan itu nantinya tercapai.
Pandangan senada disampaikan Fuchs. Menurutnya, perundingan tidak menunjukkan kemajuan berarti, tenggat waktu terus terlewati, dan kesan stagnasi diplomatik semakin menguat. Dinamika yang berkembang saat ini, kata dia, lebih didominasi oleh ketidakpercayaan antarpihak ketimbang upaya sungguh-sungguh untuk mendekatkan posisi.
Di tengah kebuntuan itu, kibaran bendera Palestina di stadion-stadion Piala Dunia 2026 menjadi pengingat: dunia boleh berpaling, tetapi tragedi Gaza belum usai.
Editor : Iskandar Nasution