Kehilangan Rumah Akibat Tanah Bergerak, Pelajar Tetap Semangat Sekolah Meski Tak Tahu Pindah Ke Mana

Meskipun bantuan makanan mulai ada, Mukafin tetap berharap agar pemerintah segera merelokasi warga yang terdampak agar mendapatkan tempat yang lebih aman.
Di sisi lain, Endin, Ketua Komite SDN 2 Panyaungan, turut berbagi keprihatinannya terkait dampak bencana terhadap anak-anak yang juga harus mengungsi. "Kami sangat prihatin, terutama dengan siswa-siswa di sini yang harus mengungsi setelah sekolah. Kami berharap ada solusi agar warga cepat mendapatkan tempat tinggal baru, karena di sana tidak bisa dihuni lagi," ujar Endin saat ditemui di lokasi, Senin (9/12/2024).
Endin juga menyebutkan bahwa ada tujuh siswa yang terpaksa mengungsi akibat bencana ini. "Kami sudah berinisiatif untuk membantu, saya sudah telepon kepala-kepala sekolah dan berusaha mencari tempat yang lebih aman untuk anak-anak kami," tambahnya.
Sementara itu, anggota DPRD Lebak, Samboja Uton Witono, yang juga turun langsung ke lokasi bencana, mengungkapkan keprihatinannya. Ia menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi bencana ini. "Kita harus bersabar dan mencari solusi bersama. Ini adalah ujian bagi kita semua," kata Samboja.
Ia juga menyarankan agar pemerintah segera mencari solusi jangka panjang, seperti pemindahan warga ke tempat yang lebih aman.
Pemerintah daerah bersama berbagai pihak telah berusaha membantu warga yang terdampak, dengan memberikan bantuan makanan dan kebutuhan darurat. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti mencari tempat tinggal yang layak bagi mereka. Tanah bergerak di Kecamatan Cihara ini disebabkan oleh curah hujan yang tinggi beberapa waktu terakhir, dan saat ini bencana ini terus meluas ke beberapa wilayah lainnya, seperti Bayah dan Panggarangan.
Editor : Iskandar Nasution