Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kebakaran Hebat Landa Ponpes di Lebak, Kobong 10 Kamar Ludes Terbakar
Advertisement . Scroll to see content

Kehilangan Rumah Akibat Tanah Bergerak, Pelajar Tetap Semangat Sekolah Meski Tak Tahu Pindah Ke Mana

Senin, 09 Desember 2024 | 13:23 WIB
  • author Eman
Kehilangan Rumah Akibat Tanah Bergerak, Pelajar Tetap Semangat Sekolah Meski Tak Tahu Pindah Ke Mana
Suasana warga di pengungsian Desa Panyaungan, Kecamatan Cihara, Lebak. Mereka bertahan di tenda darurat setelah rumah-rumah mereka hancur akibat tanah bergerak. Foto Eman

LEBAK, iNewsPandeglang.id - Bencana tanah bergerak yang terjadi di Desa Panyongan, Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Banten, semakin meluas. Hingga saat ini, lebih dari 100 warga dari 26 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tenda darurat. Tanah bergerak yang dimulai pada 3 Desember lalu ini menyebabkan banyak rumah rusak parah dan tidak bisa dihuni lagi. 

Warga yang terdampak, terutama yang tinggal di daerah rawan longsor, kini harus menghadapi kenyataan pahit tanpa tempat tinggal yang aman.

Di tengah musibah ini, banyak cerita pilu dari para korban, termasuk Iki dan Mukafin, dua warga yang mengalami dampak langsung dari bencana ini.

Iki, seorang pelajar yang terpaksa mengungsi bersama keluarganya, tetap semangat untuk melanjutkan pendidikan meski harus belajar di pengungsian. "Rasanya sedih, Pak. Rumah hilang, tapi saya harus tetap sekolah," ujar Iki dengan penuh semangat.

Ia mengungkapkan bahwa meski tinggal di tenda pengungsian, ia tetap berusaha untuk mengikuti pelajaran. "Sekolahnya di SMA 1 Pengarangan. Harapannya, rumah kami cepat dibangun kembali," tambahnya.

Kisah berbeda datang dari Mukafin, salah satu warga yang rumahnya hancur akibat tanah bergerak. Ketika diwawancara, Mukafin tak bisa menyembunyikan kesedihannya. "Sedih, Pak. Saya tidak mengerti harus ke mana. Rumah saya hancur, dan saya juga bingung harus pindah ke mana," katanya sambil menahan tangis.

Mukafin mengungkapkan bahwa ia adalah seorang pendatang di Cihara dan tidak tahu ke mana harus pergi. "Saya sudah tinggal di sini 8 tahun, belum pernah terjadi hal seperti ini," lanjutnya.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut