Tampil Memukai di Film Na Willa, Aktris Cilik Luisa Adreena Masuk Nominasi FFI 2026

Dodi C.A
Aktris cilik Luisa Adreena tampil dalam film Na Willa yang mengantarkannya masuk nominasi Pemeran Utama Perempuan Terbaik FFI 2026. (Foto: Dok. IG @nawillaofficial)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id - Luisa Adreena, aktris cilik berusia 7 tahun, menjadi kandidat termuda dalam kategori Pemeran Utama Perempuan Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2026. Namanya masuk dalam daftar nominasi Piala Citra berkat perannya dalam film Na Willa.

Luisa harus beradu dengan empat aktris lain dalam kategori ini, yaitu Christine Hakim melalui film Semua Akan Baik-Baik Saja, Marsha Timothy lewat Tukar Takdir, Meriam Bellina dengan Senin Harga Naik, dan Shenina Cinnamon melalui Dopamin.

Kehadiran Luisa di kategori tersebut menjadi salah satu hal yang paling disorot dalam pengumuman nominasi FFI kali ini. Dengan usianya yang masih belia, ia berdiri sejajar dengan para aktris yang sudah lama berkarya di dunia perfilman Tanah Air.

Selain itu, Na Willa turut dinominasikan di berbagai kategori lainnya, antara lain Film Cerita Panjang Terbaik, Penulis Skenario Adaptasi Terbaik, Penata Suara Terbaik, Pengarah Sinematografi Terbaik, Pengarah Artistik Terbaik, Penata Efek Visual Terbaik, serta Penata Busana Terbaik.

Pembacaan nominasi dilakukan Direktur Utama PFN Riefian Fajarsyah, Ketua Komite FFI 2026 Ario Bayu, Ketua Bidang Penjurian Budi Irawanto, dan Ketua Bidang Program Prilly Latuconsina.

“Tahun ini komite FFI menyempurnakan sistem penjurian berdasarkan masukan berbagai pihak tanpa menghilangkan esensi demokratis, partisipatif, dan objektif dari sistem penjurian,” ujar Budi dalam siaran langsung pengumuman nominasi melalui kanal YouTube Festival Film Indonesia.

Ia menjelaskan, proses seleksi awal kedua melibatkan 35 perwakilan dari 13 asosiasi profesi, sementara penentuan nominasi melibatkan 85 anggota Akademi Citra.

Secara keseluruhan, terdapat 531 karya yang didaftarkan sebagai peserta FFI 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 93 film cerita panjang, 177 film cerita pendek, satu film animasi panjang, 57 film animasi pendek, 20 film dokumenter panjang, 73 film dokumenter pendek, serta 110 karya kritik film.

Ia memaparkan bahwa tahap seleksi awal kedua melibatkan 35 perwakilan dari 13 asosiasi profesi, sedangkan penetapan nominasi dilakukan oleh 85 anggota Akademi Citra.

Secara total, ada 531 karya yang terdaftar sebagai peserta FFI 2026. Angka itu terbagi menjadi 93 film cerita panjang, 177 film cerita pendek, satu film animasi panjang, 57 film animasi pendek, 20 film dokumenter panjang, 73 film dokumenter pendek, dan 110 karya kritik film.

Berikut daftar lengkap nominasi penerima penghargaan FFI 2026.

Film Cerita Panjang Terbaik

- Dopamin

- Ghost in the Cell

- Na Willa

- Operasi Pesta Copet

- Para Perasuk

Sutradara Terbaik

- Bernardus Raka (Nobody Loves Kay)

- Edwin (Monster Pabrik Rambut)

- Joko Anwar (Ghost in the Cell)

- Kimo Stamboel (Abadi Nan Jaya)

- Wregas Bhanuteja (Para Perasuk)

Pemeran Utama Pria Terbaik

- Abimana Aryasatya (Ghost in the Cell)

- Angga Aldi Yunanda (Para Perasuk)

- Ardit Erwandha Tunggu Aku Sukses Nanti

- Marthino Lio (Badut Gendong)

- Nicholas Saputra (Tukar Takdir)

Pemeran Utama Perempuan Terbaik

- Christine Hakim (Semua Akan Baik-Baik Saja)

- Luisa Adreena (Na Willa)

- Marsha Timothy (Tukar Takdir)

- Meriam Bellina (Senin Harga Naik)

- Shenina Cinnamon (Dopamin)

Pemeran Pendukung Pria Terbaik

- Aming (Ghost in the Cell)

- Didik Nini Thowok (Monster Pabrik Rambut)

- Kristo Imanuel (Operasi Pesta Copet)

- Teuku Rifnu Wikana (Dopamin)

- Yoga Pratama (Ghost in the Cell)

Pemeran Pendukung Perempuan Terbaik

- Kawai Labiba (Operasi Pesta Copet)

- Lydia Kandou (Ikatan Darah)

- Maudy Ayunda (Para Perasuk)

- Raihaanun (Semua Akan Baik-Baik Saja)

- Sarah Sechan (Tunggu Aku Sukses Nanti)

Penulis Skenario Adaptasi Terbaik

- Johanna Wattimena dan Bernardus Raka (Nobody Loves Kay)


- Mouly Surya (Tukar Takdir)

- Ryan Adriandhy (Na Willa)

Penulis Skenario Asli Terbaik

- Evelyn Aprilia (Tunggu Aku Sukses Nanti)

- Joko Anwar (Ghost in the Cell)

- Rino Sarjono dan Edy Khemod (Operasi Pesta Copet)

- Teddy Soeria Atmadja (Dopamin)

- Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, dan Alicia Angelina (Para Perasuk)

Penata Suara Terbaik

- Arief Budi Santoso dan Fajar Yuskemal (Abadi Nan Jaya)

- Fery Setiawan (Semua Akan Baik-Baik Saja)

- Siti Asifa Nasution dan Satrio Budiono (Na Willa)

- Sutrisno dan Satrio Budiono (Para Perasuk)

- Waim Ahmad Fahreizi dan Andre Harihandoyo (Tunggu Aku Sukses Nanti)


Penata Musik Terbaik

- Aghi Narottama (Ghost in the Cell)

- Aria Prayogi dan Rahardian Winursito (Badut Gendong(

- Yennu Arienrra (Para Perasuk)

- Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli (Nobody Loves Kay)

- Yudhi Arfani dan Zeke Khaseli (Tukar Takdir)

Pencipta Lagu Tema Asli Terbaik

- Alvin Witarsa — “Semua Akan Baik-Baik Saja” (Semua Akan Baik-Baik Saja)

- Arya Aditya Ramadhya, Ilman Ibrahim Isa, dan Anindyo Baskoro — “Sikilku Iso Muni” (Na Willa)

- Ipang Lazuardi — “Tandeman” (Operasi Pesta Copet)

- Sal Priadi — “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” (Monster Pabrik Rambut)

- Tony Dwi Setiaji dan Joko Anwar — “The Town Was Gone” (Ghost in the Cell)

 

Pengarah Sinematografi Terbaik

- Gunnar Nimpuno, I.C.S. (Para Perasuk)

- Ical Tanjung, I.C.S. (Ghost in the Cell)

- Vera Lestafa, I.C.S. (Dopamin)

- Yadi Sugandi (Na Willa)

- Yudi Datau, I.C.S. (Semua Akan Baik-Baik Saja)

Pengarah Artistik Terbaik

- Ahmad Zulkarnaen dan Wahyu Efata (Ikatan Darah)

- Dennis Sutanto (Ghost in the Cell)

- Menfo Tantono (Monster Pabrik Rambut)

- Ong Hari Wahyu dan Edy Wibowo (Para Perasuk)

- Rini Sri Handayani (Na Willa)

Penyunting Gambar Terbaik

- Aline Jusria (Dopamin)

- Aline Jusria (Operasi Pesta Copet)

- Cesa David Luckmansyah (Semua Akan Baik-Baik Saja)

- Hendra Adhi Susanto (Senin Harga Naik)


- Ryan Purwoko (Tunggu Aku Sukses Nanti)

Penata Efek Visual Terbaik

- Abby Eldipie dan Kalvin Irawan (Ghost in the Cell)

- Bintang Adi Pradana dan Harris Reggy (Monster Pabrik Rambut)

- David A. Widya P., Concetta CFX, dan Dalang Digital Studio (Na Willa)

- Gaga Nugraha Ramadhan (Badut Gendong)

- Mattebox Visualworks (Abadi Nan Jaya)

Penata Busana Terbaik

- Astrid Rosiana Ishak (Na Willa)

- Gemailla Gea Geriantiana (Badut Gendong)

- Gizza Ossiatzki (Operasi Pesta Copet)

- Monika Paska (Ghost in the Cell)

- Muthiara A. Revana (Monster Pabrik Rambut)

Penata Rias Terbaik

- Aktris Handradjasa (Ikatan Darah)


- Astrid Sambudiono (rias efek) dan Albasirun Ucok (Abadi Nan Jaya)

- Eva Sheba (Monster Pabrik Rambut)

- Gunawan Saragih, Prio Prabu, dan Cherry Irawan (rias efek) (Badut Gendong)

- Novie Ariyanti (Ghost in the Cell)

Film Animasi Pendek Terbaik

- Calabai

- Drowned in Internet

- Enigma Wajah Arca

- Nyanyian di Angkringan

- Stories of Sahaba: Tahlah Ibn Ubaydullah – The Living Martyr

Film Cerita Pendek Terbaik

- Amelia, Amelia

- Dihapus dari Peta

- Malam Sepanjang Nafas

- Mothers are Mothering

- αLPα

Film Dokumenter Panjang Terbaik

- A Distorted Individual

- I Saw Her in Motion

- Planet of Love

- The Last Supper (Whisper)


- Tonggo Gedhek

Film Dokumenter Pendek Terbaik

- Discordia

- Mae Menjaga Masjid

- Murdijati Gardjito

- Shard Objects

- Sino

Karya Kritik Film Terbaik

- “Antara Adat dan Aparat: Menyisir Spiritualitas dan Represi di Kabut Berduri” (2024) — Gladhys Elliona

- “Dunia Setinggi Mata Na Willa” — Sony Triantoro

- “Kerja-kerja Sineas Mengekalkan Politik Dinasti di Abadi Nan Jaya” — Yulaika Romadhani

- “Melankolia dalam Aruna dan Lidahnya” — Anton Kurnia

- “Tubuh dan Ruang yang Hilang dalam Pangku” — I Ngurah Gede Adi Putra

Editor : Iskandar Nasution

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network