JAKARTA, iNewsPandeglang.id - Kabut asap lintas batas (transboundary haze) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat di Kalimantan kembali menjadi sorotan internasional. Dampak pencemaran udara ini kian meluas hingga menyeberang ke negara tetangga, Malaysia. Kondisi kualitas udara yang memburuk secara signifikan memaksa otoritas setempat mengambil tindakan darurat demi melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.
Di wilayah Serian, Sarawak, sebanyak 108 sekolah terpaksa menghentikan aktivitas belajar-mengajar secara tatap muka dan mengalihkan proses pembelajaran menjadi sistem dalam jaringan (daring) dari rumah. Langkah tegas ini diambil setelah Indeks Polusi Udara (Air Pollutant Index atau API) di kawasan tersebut menembus angka 200, yang mengategorikan kualitas udara berada pada level Sangat Tidak Sehat.
Lonjakan titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan menjadi pemicu utama mengepulnya asap pekat yang terbawa angin hingga ke Sarawak. Dalam merespons situasi kritis ini, Menteri Pendidikan, Inovasi, dan Pengembangan Bakat Sarawak, Dato Sri Roland Sagah Wee Inn, menegaskan bahwa penutupan sekolah merupakan prosedur operasional standar ketika tingkat pencemaran mencapai level berbahaya.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
