Lebih Sebulan Loyo, Harga Emas Mulai Merangkak Naik

Epul Galih
Emas Antam. Setelah mengalami tren penurunan selama lebih dari satu bulan, harga emas kembali menguat dan diproyeksikan masih berpotensi naik pada pekan depan. (Foto: Istimewa)

Dampaknya, pelaku pasar langsung mengubah ekspektasi terhadap kebijakan moneter The Fed. Data FedWatch Tool milik CME menunjukkan probabilitas kenaikan suku bunga pada September turun menjadi 54 persen dari sebelumnya 66 persen sebelum data tenaga kerja dirilis.

Chief Market Analyst Bybit, Han Tan, menilai kondisi tersebut memperbesar peluang bank sentral Amerika Serikat tidak menaikkan suku bunga, bahkan berpotensi mulai menurunkannya. Situasi itu dinilai menjadi bahan bakar bagi harga emas untuk kembali menguat menuju level psikologis baru US$5.000 per troy ons di masa mendatang.

Dampak Singapura dan China Borong Emas

Selain faktor suku bunga dan pelemahan dolar, penguatan emas global juga ditopang aksi pembelian besar-besaran oleh bank sentral dunia.

Mengutip data World Gold Council, bank sentral global secara neto menambah cadangan sebanyak 41 metrik ton emas batangan selama Mei.

China dan Singapura menjadi negara paling agresif. China menambah 10 ton sehingga total cadangannya mencapai 2.331 ton, sedangkan Singapura menambah 4 ton emas.

Secara teknikal, harga emas dunia berpeluang menguji level resisten pertama di US$4.248 per troy ons atau setara sekitar Rp2.690.000 per gram di pasar domestik. Jika reli berlanjut hingga resisten kedua, harga emas dalam negeri diperkirakan bisa menyentuh Rp2.780.000 per gram pada pekan depan.

Sebaliknya, jika terjadi koreksi sentimen negatif, penurunan harga diperkirakan tidak terlalu dalam dan masih bergerak di kisaran Rp2.550.000 hingga Rp2.650.000 per gram.

Editor : Iskandar Nasution

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network