BANTEN, iNewsPandeglang.id – Puluhan gempa vulkanik terekam di Gunung Anak Krakatau selama periode pengamatan 24 Juni 2026. Meski status gunung api di Selat Sunda tersebut masih berada pada Level II (Waspada), PVMBG mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk tetap meningkatkan kewaspadaan serta tidak mendekati kawasan kawah aktif.
Data pengamatan menunjukkan terdapat 41 gempa hembusan, 21 gempa frekuensi rendah, 47 gempa hybrid, serta satu gempa tektonik jauh yang terekam selama 24 jam.
Secara visual, asap putih keluar dari kawah aktif dengan ketinggian antara 10 hingga 200 meter di atas puncak. Pada malam hari, petugas pengamatan juga melaporkan munculnya sinar api dari kawasan kawah.
Penyusun laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau, Rioboniek Situmorang, menegaskan bahwa status gunung masih berada pada Level II atau Waspada.
"Masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki tidak diperbolehkan mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah aktif," tulisnya dalam laporan resmi PVMBG.
Meski aktivitas vulkanik terpantau meningkat, kondisi Anak Krakatau masih berada pada level yang sama. Namun masyarakat dan nelayan yang beraktivitas di sekitar Selat Sunda diminta tetap waspada dan mematuhi rekomendasi yang telah dikeluarkan PVMBG.
PVMBG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi dan selalu memantau perkembangan aktivitas gunung api melalui kanal resmi pemerintah.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
