Gempa yang terjadi di Myanmar menyebabkan lebih dari 2.600 orang meninggal dunia, dan masih banyak korban yang perlu diselamatkan. "Situasi di sana lebih sulit, komunikasi terbatas, dan beberapa daerah masih mengalami pemadaman listrik," ungkap Kepala BNPB dalam keterangannya, Selasa (1/4/2025).
Meskipun demikian, Suharyanto yakin tim INASAR dapat melaksanakan tugas dengan baik, berbekal pengalaman mereka dalam penanggulangan bencana, termasuk di Turki.
Sebagai bagian dari bantuan, Indonesia mengirimkan tim penyelamat, tenaga medis, dan logistik menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747 dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah.
Selain itu, negara-negara lain seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan China juga mengirimkan tim bantuan untuk bekerja bersama-sama tanpa membedakan batas negara.
Indonesia berharap misi ini dapat membantu Myanmar dalam upaya penyelamatan korban gempa, meskipun tantangan yang dihadapi sangat berat.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait