Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tersisa 2 Ekor di Dunia, Ilmuwan Lakukan Penyelamatan Embrio Badak Putih Utara
Advertisement . Scroll to see content

Angelina Jolie 20 Tahun Jaga Hutan Kamboja, Ribuan Meter Jerat Satwa Disingkirkan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 19:50 WIB
  • author Dodi C.A
Angelina Jolie 20 Tahun Jaga Hutan Kamboja, Ribuan Meter Jerat Satwa Disingkirkan
Angelina Jolie. (Foto : Dok. Instagram @angelinajolie)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id – Angelina Jolie menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui upaya pelestarian hutan dan perlindungan satwa liar di Kamboja yang telah berlangsung selama lebih dari dua dekade. Melalui yayasan yang didirikannya, Jolie mendukung perlindungan kawasan hutan Samlout yang menjadi habitat berbagai satwa liar.

Komitmen tersebut dijalankan melalui Maddox Jolie-Pitt Foundation yang kini dikenal sebagai Maddox Foundation. Yayasan ini didirikan pada 2003 dengan fokus awal membantu masyarakat membersihkan lahan yang terdampak ranjau darat.

Pada 2006, kegiatan yayasan diperluas ke bidang konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan dan kesehatan, termasuk mendukung perlindungan hutan Samlout.

Kawasan Samlout Multiple Use Area memiliki luas sekitar 60.994 hektare dan membentang di Provinsi Battambang dan Pailin, Kamboja, dekat perbatasan Thailand. Kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai wilayah perlindungan sejak 1993.

Salah satu ancaman yang dihadapi satwa liar di Samlout adalah perburuan menggunakan jerat kawat. Sepanjang 2025, para penjaga hutan dilaporkan berhasil menyingkirkan hampir 7.800 meter atau sekitar 7,8 kilometer jerat kawat.

Patroli juga dilakukan untuk memantau perburuan liar dan aktivitas penebangan ilegal yang dapat mengancam habitat satwa.

Survei yang dilakukan Fauna & Flora bersama Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja, dengan dukungan Maddox Jolie-Pitt Foundation, mendokumentasikan 44 spesies satwa melalui kamera jebak. Temuan tersebut terdiri dari 28 spesies mamalia, 15 spesies burung dan satu spesies reptil.

Di antaranya terdapat gajah Asia dan trenggiling Sunda. Kehadiran satwa tersebut menunjukkan pentingnya menjaga kawasan Samlout sebagai habitat kehidupan liar.

Selain konservasi, program yayasan juga melibatkan masyarakat. Salah satunya melalui pelatihan peternakan lebah berkelanjutan yang dimulai pada 2019.

Program tersebut membantu masyarakat memperoleh penghasilan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya alam secara bertanggung jawab. Yayasan juga mendukung penanaman kembali hutan, pemulihan bentang alam, pendidikan dan layanan kesehatan.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut