Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bangga, Taman Nasional Ujung Kulon Masuk Deretan 10 Besar Pengalaman Wisata Satwa Liar Terbaik Dunia
Advertisement . Scroll to see content

Tersisa 2 Ekor di Dunia, Ilmuwan Lakukan Penyelamatan Embrio Badak Putih Utara

Minggu, 13 September 2026 | 21:32 WIB
  • author Dodi C.A
Tersisa 2 Ekor di Dunia, Ilmuwan Lakukan Penyelamatan Embrio Badak Putih Utara
Badak putih utara yang menjadi bagian dari upaya penyelamatan dari kepunahan melalui program BioRescue. (Foto: Rio Marvin/BioRescue)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id Upaya menyelamatkan badak putih utara (Ceratotherium simum cottoni) dari kepunahan terus dilakukan melalui teknologi reproduksi berbantuan. Saat ini hanya tersisa dua individu badak putih utara di dunia, yakni Najin dan putrinya, Fatu. Keduanya merupakan betina dan tidak lagi memungkinkan untuk menghasilkan keturunan secara alami.

Kondisi tersebut mendorong konsorsium internasional BioRescue mengembangkan metode fertilisasi in vitro (IVF), transfer embrio, hingga teknologi sel punca. Program yang dipimpin Leibniz Institute for Zoo and Wildlife Research (Leibniz-IZW) di Jerman dan dikoordinasikan Safari Park Dvůr Králové di Republik Ceko ini melibatkan ilmuwan serta lembaga konservasi dari Jerman, Italia, Republik Ceko, Kenya, Jepang, dan Amerika Serikat.

Perjalanan penyelamatan dimulai pada 22 Agustus 2019, ketika pengambilan oosit pertama dilakukan terhadap Fatu dan Najin di Ol Pejeta Conservancy, Kenya. Hingga Agustus 2025, BioRescue telah melakukan 21 kali pengambilan oosit dari Fatu dan menghasilkan 38 embrio badak putih utara. Tiga embrio tambahan diproduksi pada 2025 melalui prosedur di laboratorium Avantea, Italia.

Ketua proyek BioRescue, Prof. Thomas Hildebrandt, menilai keberhasilan menghasilkan embrio menjadi salah satu fondasi penting untuk menyelamatkan subspesies tersebut.

“Tujuan kami berikutnya adalah menghasilkan keturunan yang dapat hidup melalui pengembangan dan penerapan metode transfer embrio baru,” ujar Hildebrandt dalam keterangan Leibniz-IZW.

Sebelum menggunakan embrio badak putih utara yang sangat berharga, para peneliti terlebih dahulu menguji teknik tersebut menggunakan embrio badak putih selatan. Pada akhir 2023, BioRescue berhasil menciptakan kehamilan pertama pada badak melalui IVF dan transfer embrio. Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa teknik transfer embrio dapat diterapkan pada badak.

Menurut ilmuwan BioRescue, Susanne Holtze, keberhasilan tersebut sangat penting karena berbagai strategi penyelamatan pada akhirnya bergantung pada kemampuan menghasilkan embrio dan mentransfernya ke induk pengganti.

“Teknik transfer embrio sangat penting bagi misi kami dan keberhasilannya merupakan tonggak besar bagi proyek ini,” kata Holtze.

Setelah itu, transfer embrio badak putih utara murni dilakukan pada Juli 2024, Desember 2024, dan Mei 2025. Namun, hingga Agustus 2025 belum ada kehamilan yang bertahan lama dari percobaan tersebut.

Koordinator BioRescue, Jan Stejskal, mengatakan semakin banyak embrio yang tersedia akan meningkatkan peluang lahirnya anak badak putih utara.

“Semakin banyak embrio berarti semakin besar peluang melihat bayi badak putih utara lahir di masa depan.”

Selain transfer embrio, BioRescue juga mengembangkan teknologi sel punca untuk memperluas keragaman genetik calon populasi. Penelitian ini diarahkan bukan hanya untuk menghasilkan satu individu baru, tetapi membangun populasi yang mampu bertahan dalam jangka panjang.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut