get app
inews
Aa Text
Read Next : Pesona Pantai Tanjung Layar Sawarna, Ikon Wisata Lebak dengan Batu Karang Mirip Layar Kapal

Bangga, Taman Nasional Ujung Kulon Masuk Deretan 10 Besar Pengalaman Wisata Satwa Liar Terbaik Dunia

Kamis, 03 September 2026 | 18:41 WIB
header img
Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) di habitat alaminya di Taman Nasional Ujung Kulon, Kabupaten Pandeglang, Banten. (Foto: dok. IG @btn_ujung_kulon)

Penilaian Berdasarkan Enam Kriteria

Pemeringkatan Wildlife Experience Index mengevaluasi pengalaman wisata satwa liar berdasarkan enam faktor utama: kelangkaan satwa, keterpencilan lokasi, nilai konservasi, eksklusivitas, aksesibilitas, dan peluang perjumpaan. Masing-masing faktor diberi bobot nilai maksimal 10.

Badak Jawa meraih skor tinggi karena kelangkaannya yang ekstrem. Satwa ini hanya dapat ditemukan di Taman Nasional Ujung Kulon dengan populasi kurang dari 75 ekor. Dengan demikian, Ujung Kulon adalah satu-satunya habitat alami terakhir bagi Badak Jawa di dunia.

Direktur Penjualan Bailey Robinson, Sarah Parker, menjelaskan: "Pengalaman melihat satwa liar yang paling istimewa biasanya mengharuskan traveler menempuh perjalanan lebih jauh dan masuk lebih dalam ke alam liar. Kesempatan tersebut pun hanya bisa dirasakan oleh sedikit wisatawan."

Taman Nasional Ujung Kulon: Benteng Terakhir Badak Jawa

Taman Nasional Ujung Kulon didirikan pada 26 Februari 1992 melalui Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 284/Kpts-II/1992. Kawasan ini terletak di Kecamatan Sumur dan Cimanggu, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

Taman Nasional Ujung Kulon memiliki luas 122.956 hektare yang terdiri dari kawasan darat sebesar 78.619 hektare dan perairan sebesar 44.337 hektare. Pada 1992, Taman Nasional Ujung Kulon ditetapkan sebagai Natural World Heritage Site oleh Komisi Warisan Dunia UNESCO.

Di dalam kawasan ini terdapat badak jawa (rhinoceros sondaicus), owa jawa (hylobates moloch), surili (presbytis aigula), dan anjing hutan (cuon alpinus javanicus). Ujung Kulon juga memiliki beragam ekosistem mulai dari hutan hujan tropis, hutan mangrove, savana, hingga ekosistem laut yang kaya. Kawasan taman nasional ini meliputi Semenanjung Ujung Kulon, Pulau Panaitan, Pulau Peucang, Pulau Handeuleum, dan Gunung Honje.

Editor : Iskandar Nasution

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut