get app
inews
Aa Text
Read Next : Gawat! Polusi Udara Tak Terpantau, Alat ISPU Cilegon Rusak Sejak Lama

Kabut Asap Kalimantan Makin Parah, 108 Sekolah di Sarawak Malaysia Terpaksa Diliburkan

Jum'at, 21 Agustus 2026 | 21:57 WIB
header img
Asap mengepul akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Kondisi tersebut berpotensi memicu kabut asap lintas batas hingga wilayah Sarawak, Malaysia. (Foto : Dok. BNPB)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id - Kabut asap lintas batas (transboundary haze) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hebat di Kalimantan kembali menjadi sorotan internasional. Dampak pencemaran udara ini kian meluas hingga menyeberang ke negara tetangga, Malaysia. Kondisi kualitas udara yang memburuk secara signifikan memaksa otoritas setempat mengambil tindakan darurat demi melindungi kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah.

Di wilayah Serian, Sarawak, sebanyak 108 sekolah terpaksa menghentikan aktivitas belajar-mengajar secara tatap muka dan mengalihkan proses pembelajaran menjadi sistem dalam jaringan (daring) dari rumah. Langkah tegas ini diambil setelah Indeks Polusi Udara (Air Pollutant Index atau API) di kawasan tersebut menembus angka 200, yang mengategorikan kualitas udara berada pada level Sangat Tidak Sehat.

Lonjakan titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan menjadi pemicu utama mengepulnya asap pekat yang terbawa angin hingga ke Sarawak. Dalam merespons situasi kritis ini, Menteri Pendidikan, Inovasi, dan Pengembangan Bakat Sarawak, Dato Sri Roland Sagah Wee Inn, menegaskan bahwa penutupan sekolah merupakan prosedur operasional standar ketika tingkat pencemaran mencapai level berbahaya.

"Kesehatan dan keselamatan para siswa serta tenaga pendidik adalah prioritas utama kami. Ketika API melampaui batas aman 200, sekolah wajib menghentikan aktivitas di luar ruangan dan beralih ke pembelajaran dari rumah hingga kondisi membaik," tegas Roland Sagah dikutip dari media setempat.

Sementara itu, pihak Kementerian Kesehatan Malaysia (KKM) turut mengeluarkan imbauan ketat kepada warga lokal. Masyarakat diminta membatasi aktivitas di luar ruangan, memakai masker medis jenis N95 saat harus keluar rumah, serta meningkatkan konsumsi air putih untuk mencegah paparan penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).

Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia mencatat bahwa pola angin monsun turut memfasilitasi pergerakan sebaran asap dari wilayah Kalimantan bagian barat dan tengah menuju ke utara-timur laut. Pemerintah Indonesia bersama Satgas Karhutla terus mengupayakan pemadaman darat maupun udara melalui operasi pembenihan awan (water bombing) untuk menekan titik api, sekaligus meredakan krisis asap yang berdampak regional ini.

Editor : Iskandar Nasution

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut