get app
inews
Aa Text
Read Next : Terbongkar! Truk Bawa 222 Ribu Benih Lobster Ditangkap di Pelabuhan Merak, Kerugian Rp33 Miliar

Warisan Puluhan Triliun untuk 4 Anak, Pengusaha Ini Tercatat dalam Pengalihan Kekayaan Terbesar Asia

Jum'at, 14 Agustus 2026 | 19:27 WIB
header img
Michael Bambang Hartono, pengusaha senior Indonesia yang meninggalkan jejak panjang dalam dunia bisnis dan kini sebagian kepemilikannya beralih kepada empat ahli waris. (Foto: Dok. Istimewa)

JAKARTA, iNewsPandeglang.id -  Empat anak mendiang Michael Bambang Hartono disebut menerima pengalihan saham dengan nilai yang diperkirakan mencapai US$2,93 miliar atau sekitar Rp52 triliun per orang. Nilai tersebut berasal dari kepemilikan Michael di PT Dwimuria Investama Andalan, perusahaan holding keluarga Hartono yang salah satu aset utamanya adalah saham PT Bank Central Asia Tbk (BCA).

Berdasarkan dokumen pemerintah yang dikutip sejumlah media, sebanyak 49 persen saham Michael di Dwimuria telah dibagi rata kepada empat ahli warisnya. Jika dihitung berdasarkan kepemilikan Dwimuria di BCA, nilai saham Michael di perusahaan holding tersebut mencapai sedikitnya US$11,7 miliar atau sekitar Rp209 triliun per 11 Agustus 2026.

Namun, angka Rp52 triliun tersebut perlu dipahami sebagai estimasi nilai kepemilikan saham, bukan uang tunai yang langsung diterima masing-masing anak. Nilai saham dapat berubah mengikuti harga dan nilai perusahaan yang menjadi aset di dalam holding tersebut.

Besarnya nilai tersebut kembali membuat nama Michael Bambang Hartono menjadi sorotan. Sebelum meninggal dunia pada 19 Maret 2026 di Singapura dalam usia 86 tahun, Michael dikenal sebagai salah satu pengusaha paling berpengaruh di Indonesia.

Dari bisnis keluarga hingga menjadi kerajaan usaha

Michael Bambang Hartono bersama adiknya, Robert Budi Hartono, merupakan generasi yang meneruskan bisnis keluarga Djarum.

Bisnis tersebut berawal dari perusahaan rokok yang didirikan ayah mereka, Oei Wie Gwan, di Kudus, Jawa Tengah. Setelah sang ayah meninggal pada 1963, Michael dan Robert melanjutkan serta mengembangkan usaha tersebut.

Di bawah keduanya, bisnis keluarga Hartono kemudian berkembang jauh melampaui industri rokok. Keluarga ini masuk ke berbagai sektor, termasuk perbankan, elektronik, properti, perkebunan hingga bisnis berbasis teknologi.

Salah satu langkah paling penting dalam perjalanan bisnis mereka adalah kepemilikan di BCA. Melalui struktur perusahaan holding, keluarga Hartono menjadi pemegang saham pengendali bank tersebut. Dwimuria tercatat memiliki sekitar 54,94 persen saham BCA.

Dari sinilah sebagian besar nilai kekayaan keluarga Hartono kemudian terbentuk. Nilai kepemilikan saham BCA yang terus berkembang membuat bisnis keluarga tersebut menjadi salah satu dinasti bisnis terbesar di Indonesia.

Editor : Iskandar Nasution

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut