Haru & Cemas, Wamen Prof. Stella Christie Antar Anak Masuk SD di Jakarta
Curahan Hati Seorang Ibu: Rasa Cemas yang Manusiawi
Di balik ketegasan sikapnya, Stella Christie tetaplah seorang ibu biasa yang didera kekhawatiran. Ia sadar, masa transisi ini tidak akan mudah bagi Bayu yang selama tiga tahun terakhir terbiasa membaca dan menulis dalam aksara Mandarin.
"Tentu saja banyak rasa haru karena setelah satu tahun 8 bulan akhirnya bisa kita bisa hidup bersama setelah berpisah dan banyak juga rasa cemas dan ketakutan seperti semua ibu-ibu dan ayah-ayah anaknya mulai sekolah.
Walaupun Bayu Fasih berbahasa Indonesia tapi dia tidak pernah sekolah baca dan menulis berbahasa Indonesia jadi waktu di Tiongkok dia tidak di Internasional School dia juga di sekolah Negeri 100% berbahasa Mandarin dan dia pasih menulis dan semuanya dalam bahasa Mandarin jadi pasti bulan-bulan pertama ini fi Indonesia nilainya mungkin bisa anjlok dan itu akan membuat dia frustasi," urai Stella.
Selain kecemasan akademis, Stella juga memikirkan aspek sosial sang anak serta tantangan perannya sendiri sebagai ibu yang bekerja dengan jadwal super padat sebagai wakil menteri.
"Jadi beberapa bulan pertama di Jakarta pasti berat, sangat mungkin Bayu frustasi dapat angka-angka jelek di kelas bahasa Indonesia," tambahnya.
"Apakah saya akan jadi ibu yang baik dengan begitu banyaknya tuntutan pekerjaan," tanyanya retoris.
Editor : Iskandar Nasution