Korupsi Minyak Pertamina: 2 Nama Baru Terungkap, Total 9 Tersangka Ditangkap!

JAKARTA, iNewsPandeglang.id – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina. Dengan tambahan ini, total ada sembilan tersangka yang terlibat dalam kasus besar ini.
Dua tersangka baru tersebut adalah Maya Kusmaya, Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga, serta Edward Corne, VP Trading Operation PT Pertamina Patra Niaga. Keduanya diduga terlibat dalam tindak pidana korupsi bersama tujuh tersangka lainnya.
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Abdul Qohar, menyebut bahwa Maya dan Edward sebelumnya berstatus saksi, tetapi setelah penyelidikan lebih lanjut, status mereka diubah menjadi tersangka.
"Penyidik telah mengumpulkan bukti yang kuat bahwa kedua tersangka terlibat dalam tindak pidana bersama tujuh tersangka lainnya yang sebelumnya sudah diumumkan," ujar Abdul Qohar.
Lebih lanjut, Maya dan Edward sempat mangkir dari panggilan penyidik, sehingga akhirnya dijemput paksa oleh Kejagung.
Sebelumnya, Kejagung telah menetapkan tujuh tersangka lain dalam kasus ini. Mereka adalah:
1. Riva Siahaan, menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga.
2. Yoki Firnandi, yang memimpin sebagai Direktur Utama PT Pertamina International Shipping.
3. Sani Dinar Saifuddin, berperan sebagai Direktur Optimalisasi dan Produk Pertamina Kilang Internasional.
4. Muhammad Kerry Andrianto Riza, diketahui sebagai Beneficial Owner PT Navigator Khatulistiwa.
5. Agus Purwono, menjabat sebagai Vice President Feedstock Manajemen di PT Kilang Pertamina Internasional.
6. Gading Ramadhan, yang berposisi sebagai Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak.
7. Dimas Werhaspati, berperan sebagai Komisaris PT Navigator Khatulistiwa serta Komisaris PT Jenggala Maritim Nusantara.
Kejaksaan Agung masih terus menyelidiki kasus ini guna mengungkap lebih banyak fakta dan pihak yang terlibat. Dugaan korupsi ini terjadi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di Pertamina subholding serta KKKS pada periode 2018-2023.
Kasus ini masih berlanjut, dan tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain yang akan terungkap.
Editor : Iskandar Nasution