get app
inews
Aa Text
Read Next : Indonesia Negara ASEAN Pertama yang Puasa 1 Maret 2025! Kok Bisa?

Banyak yang Salah Kaprah! Begini Cara Rasulullah Menyambut Ramadan, Jangan Sampai Keliru!

Selasa, 25 Februari 2025 | 08:36 WIB
header img
Keindahan masjid bercahaya di malam Ramadan, menjadi saksi ketenangan ibadah dan doa yang dipanjatkan. (Foto: Dok/Preefik)

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id Ramadan sebentar lagi tiba, tetapi apakah kita sudah benar-benar siap? Saat Rasulullah dan para sahabat menyambut bulan suci ini dengan penuh kebahagiaan dan kesiapan, banyak dari kita justru lebih sibuk dengan urusan duniawi. Fokus pada belanja besar-besaran, menyiapkan menu berbuka, atau bahkan belum melunasi utang puasa tahun lalu.

Padahal, Ramadan adalah bulan penuh berkah, di mana setiap detiknya bernilai pahala. Jika ini adalah Ramadan terakhir kita, apakah kita sudah memanfaatkannya dengan maksimal? Rasulullah begitu merindukan bulan suci ini dan mempersiapkan diri dengan ibadah yang lebih khusyuk. Beliau mengajarkan kita untuk menyambutnya dengan taubat dan amal saleh.

Namun, apakah kita memiliki semangat yang sama? Jangan sampai kita melewatkan kesempatan emas ini karena keliru dalam menyambutnya. Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga momen untuk membersihkan hati, mendekatkan diri kepada Allah, dan meraih ampunan-Nya.

Agar tidak salah kaprah, berikut adalah cara Rasulullah menyambut Ramadan yang bisa kita teladani kami rangkum dari berbagai sumber di antaranya:

1. Memperbanyak Doa Agar Dipertemukan dengan Ramadan

Rasulullah mengajarkan kita untuk benar-benar berharap dan berdoa agar bisa bertemu dengan Ramadan. Bahkan, beliau sudah mulai berdoa sejak dua bulan sebelumnya:

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان

"Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadan." (HR. Ahmad, No. 2346)

Dari sini kita belajar bahwa menyambut Ramadan bukan hanya soal persiapan fisik, tetapi juga persiapan hati dengan doa dan harapan kepada Allah.

2. Meningkatkan Ibadah Sejak Bulan Sya’ban

Banyak orang mengira ibadah baru perlu ditingkatkan saat Ramadan tiba. Padahal, Rasulullah sudah mulai meningkatkan amal saleh sejak bulan Sya’ban, terutama dengan memperbanyak puasa sunnah. Aisyah RA berkata:

"Aku tidak pernah melihat Rasulullah berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadan, dan tidak pernah pula melihat beliau lebih sering berpuasa dibandingkan di bulan Sya’ban." (HR. Bukhari No. 1969, Muslim No. 1156)

Ini menjadi pelajaran bagi kita untuk mulai membiasakan diri dengan ibadah lebih giat sebelum Ramadan tiba, sehingga saat memasuki bulan suci, tubuh dan hati kita sudah terbiasa.

3. Memperbanyak Istighfar dan Taubat

Ramadan adalah bulan penuh ampunan, tetapi kita harus menyambutnya dengan hati yang bersih. Rasulullah mencontohkan agar sebelum Ramadan tiba, kita memperbanyak istighfar dan taubat.

Beliau bersabda:

"Wahai manusia, bertaubatlah kepada Allah! Sungguh, aku bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak seratus kali." (HR. Muslim No. 2702)

Bertaubat sebelum Ramadan akan membantu kita meraih berkah lebih besar di bulan suci nanti.

4. Menjaga Hubungan dengan Sesama

Banyak orang menyambut Ramadan hanya dengan persiapan fisik dan ibadah pribadi, tetapi lupa bahwa menjaga hubungan baik dengan sesama juga bagian penting. Rasulullah selalu menekankan pentingnya menjalin silaturahmi, meminta maaf, dan tidak memiliki dendam sebelum memasuki Ramadan.

Beliau bersabda:

"Setiap hari Senin dan Kamis, pintu-pintu surga dibuka, dan Allah memberikan ampunan kepada setiap hamba yang tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun. Namun, ada satu pengecualian—orang yang masih menyimpan permusuhan dengan saudaranya tidak akan mendapatkan ampunan hingga mereka berdamai." (HR. Muslim No. 2565)

Jangan sampai kita kehilangan keberkahan Ramadan hanya karena masih menyimpan kebencian di hati.

5. Menyambut Ramadan dengan Ilmu

Rasulullah tidak hanya meningkatkan ibadah sebelum Ramadan, tetapi juga membekali diri dengan ilmu agar bisa menjalankan puasa dengan benar. Beliau selalu memberikan nasihat kepada para sahabat tentang keutamaan Ramadan dan bagaimana cara menjalankannya dengan baik.

Ilmu ini penting agar kita tidak sekadar menjalani Ramadan sebagai rutinitas tahunan, tetapi benar-benar memahami makna dan manfaatnya. Oleh karena itu, kita juga dianjurkan untuk mempelajari hukum-hukum puasa, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, dan memahami keutamaan ibadah di bulan suci.

Jangan sampai kita hanya sibuk dengan hal-hal duniawi dan melewatkan esensi Ramadan yang sebenarnya. Sudahkah kita menyambut bulan suci ini dengan cara yang benar?

Editor : Iskandar Nasution

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut