Cerita Keluarga Nelayan Pandeglang: Mengais Sampah demi Bertahan Hidup di Tengah Cuaca Ekstrem

Suami Uci, Ujang (42), juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku sangat tidak tega melihat istrinya memungut sampah demi bertahan hidup. “Saya sebenarnya kasihan, Pak, tapi istri saya bilang, lumayan bisa jual 5-10 kilogram setiap hari. Itu cukup buat beli beras dan kerupuk untuk setengah hari,” ujar Ujang.
Keprihatinan yang sama juga dirasakan oleh banyak warga lainnya di Desa Teluk. Mereka berharap agar pemerintah segera turun tangan dan memberikan bantuan kepada nelayan yang sedang kesulitan ini. Di tengah keterbatasan yang ada, banyak warga yang merindukan bantuan nyata dari pemerintah, terutama terkait program yang dapat meringankan beban mereka.
Keadaan yang serba sulit ini menunjukkan betapa besar ketergantungan warga nelayan terhadap hasil laut. Oleh karena itu, mereka berharap agar pemerintah memberikan perhatian lebih untuk membantu mereka mengatasi kesulitan yang tengah mereka hadapi.
Dengan adanya cuaca ekstrem yang belum juga mereda, warga nelayan Desa Teluk berharap kondisi mereka tidak terus-menerus terabaikan, dan solusi yang tepat segera ditemukan untuk membantu mereka keluar dari keterpurukan ini.
Editor : Iskandar Nasution