Cerita Keluarga Nelayan Pandeglang: Mengais Sampah demi Bertahan Hidup di Tengah Cuaca Ekstrem

PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id - Cuaca buruk yang melanda kawasan pesisir Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, memaksa banyak nelayan dan warga setempat mencari nafkah dengan cara yang tidak biasa. Akibat gelombang laut yang tinggi dan cuaca ekstrim, para nelayan kesulitan melaut untuk mencari ikan, sehingga mereka terpaksa mengais sampah di pesisir pantai untuk dijual.
Salah seorang warga, Uci (40), ibu dari empat anak, mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa memulung sampah daur ulang di pesisir laut. Sampah-sampah yang ia temukan, seperti botol plastik dan barang bekas lainnya, ia jual dengan harga yang cukup menggiurkan, yaitu Rp1.500 per kilogram.
“Ya, Pak, lumayan juga buat beli beras dan jajan. Suami saya tidak bisa melaut karena gelombang tinggi, jadi saya yang bantu cari makan,” ungkap Uci dengan nada penuh harap saat ditemui di kampungnya, Desa Teluk, pada Rabu (11/12/2024).
Meskipun sampah yang berserakan di sepanjang pantai Teluk memberikan pemandangan yang tidak sedap dipandang, Uci mengaku tidak ada pilihan lain. “Kami butuh makan. Daripada meminjam uang yang tidak kunjung dapat, lebih baik kami ambil sampah yang bisa dijual,” tambahnya.
Selain Uci, banyak keluarga nelayan lain di Desa Teluk yang juga bergantung hidupnya pada hasil laut. Namun, dengan cuaca buruk yang terus berlangsung, banyak dari mereka yang terpaksa meminjam uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, tidak sedikit yang harus mencari cara lain untuk bertahan hidup.
Uci berharap pemerintah bisa segera menemukan solusi agar keluarga nelayan seperti dirinya tidak terus-terusan dalam kesulitan. “Kami ingin cuaca buruk ini segera berakhir, dan kami juga berharap pemerintah bisa membantu kami. Kami juga ingin menghidupi keluarga tanpa harus memungut sampah,” harap Uci.
Suami Uci, Ujang (42), juga mengungkapkan hal yang sama. Ia mengaku sangat tidak tega melihat istrinya memungut sampah demi bertahan hidup. “Saya sebenarnya kasihan, Pak, tapi istri saya bilang, lumayan bisa jual 5-10 kilogram setiap hari. Itu cukup buat beli beras dan kerupuk untuk setengah hari,” ujar Ujang.
Keprihatinan yang sama juga dirasakan oleh banyak warga lainnya di Desa Teluk. Mereka berharap agar pemerintah segera turun tangan dan memberikan bantuan kepada nelayan yang sedang kesulitan ini. Di tengah keterbatasan yang ada, banyak warga yang merindukan bantuan nyata dari pemerintah, terutama terkait program yang dapat meringankan beban mereka.
Keadaan yang serba sulit ini menunjukkan betapa besar ketergantungan warga nelayan terhadap hasil laut. Oleh karena itu, mereka berharap agar pemerintah memberikan perhatian lebih untuk membantu mereka mengatasi kesulitan yang tengah mereka hadapi.
Dengan adanya cuaca ekstrem yang belum juga mereda, warga nelayan Desa Teluk berharap kondisi mereka tidak terus-menerus terabaikan, dan solusi yang tepat segera ditemukan untuk membantu mereka keluar dari keterpurukan ini.
Editor : Iskandar Nasution