Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Klaim Menang Lawan AS! Sebut Trump Terima 10 Tuntutan, Termasuk Soal Nuklir
Advertisement . Scroll to see content

Hegemoni AS: Intervensi Global untuk Keamanan atau Kepentingan?

Minggu, 08 September 2024 | 10:59 WIB
  • author Anton Suhartono
Hegemoni AS: Intervensi Global untuk Keamanan atau Kepentingan?
Pertanyaan tentang mengapa Amerika Serikat (AS) selalu ikut campur urusan negara lain terus mengemuka. (Foto : Ilustrasi/Freepik)

Menurut data dari Journal of Conflict Resolution, tujuan AS ikut campur bisa bermakna positif maupun negatif. Mulai dari peluang ekonomi, perubahan rezim, hingga penegakan hukum internasional, intervensi AS tetap menjadi topik yang kontroversial. Salah satu contoh adalah perang di Afghanistan yang menewaskan puluhan ribu warga sipil dan menyebabkan jutaan orang menjadi pengungsi.

Mantan Presiden AS Jimmy Carter pernah menyatakan bahwa AS adalah negara yang paling suka berperang dalam sejarah dunia. "Hanya dalam 16 dari 242 tahun sejarahnya, Amerika menikmati perdamaian," ujarnya pada 2019.

Para pengamat menilai bahwa intervensi AS seringkali bukan semata-mata demi keamanan global, melainkan demi mengamankan kepentingan ekonomi dan geopolitik AS di seluruh dunia. “Intervensi ini lebih banyak didorong oleh hasrat untuk mempertahankan hegemoni Amerika di dunia, daripada upaya tulus untuk mendukung perdamaian,” kata seorang analis politik.

Dengan sejarah panjang intervensi di berbagai negara, pertanyaan tentang motivasi AS di setiap konflik tetap menjadi topik perdebatan. Apakah benar AS bertindak demi keamanan global, atau sekadar melindungi kepentingan strategisnya?

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut