Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pengendara Mobil Tabrak Kerumunan Pesta Pernikahan, 2 Orang Tewas dan 10 Orang Terluka
Advertisement . Scroll to see content

Viral!, Tragedi Bocah 5 Tahun Terbakar Saat Jajan Es Ciki Kebul Di Ponorogo

Jum'at, 15 Juli 2022 | 18:36 WIB
  • author Felisia Gusti Pangestu
Viral!, Tragedi Bocah 5 Tahun Terbakar Saat Jajan Es Ciki Kebul Di Ponorogo
Jajanan ciki kebul yang membakar bocah 5 tahun di Ponorogo. (Foto: iNews.id/Putra)

PONOROGO, iNewsPandegelang.id - Adanya insiden jajanan es ciki kebul atau ada yang menyebut es asap yang membakar anak usia lima tahun inisial (AFT), warga Desa Bajang, Kecamatan Balong, Ponorogo menjadi perhatian banyak pihak.

Nasruhan Arifianto, Kepala Program Studi (Kaprodi) Farmasi, Akademi Analis Farmasi dan Makanan (Akafarma) Sunan Giri Ponorogo ikut mencermati adanya kejadian tersebut.

Dimana sebelumnya korban membeli jajajan Ciki Kebul yang merupakan jajanan yang didalamnya dikasih cairan Nitrogen. Sesaat sebelum dimakan tiba-tiba keluar api dan membakar sebagian tubuhnya.

“Nitrogen cair yang berbentuk gas memang tidak beracun secara langsung jika dimakan. Dengan catatan jumlahnya tidak banyak atau tidak berlebihan” Kata Nasruhan.

Lebih lanjut, ia menambahkan untuk soal  yang tiba-tiba keluar api itu, kemungkinan ada pemicunya.

“Jika jumlah nitrogen yang terlalu banyak dan terus menumpuk sehingga menguapnya tidak sempurna. Kemudian mungkin ada gesekan dari lidi dan bisa memicu nyalanya api itu," terangnya.

Masih menurut Nasrudin, Nitrogen merupakan senyawa yang mudah bereaksi dan mengikat zat lain. Peruntukannya bukan untuk dikonsumsi, meski telah berubah menjadi asap.

"Nah, yang dikhawatirkan nitrogen itu terikat dengan zat lain di pencernaan," imbuhnya.

Penggunaan nitrogen itu seperti pada piranti selam, pompa, ataupun air conditioner (AC). Sehingga makanan yang bahannya dari nitrogen tidak direkomendasikan. Supaya kejadian itu tidak terulang, ada baiknya si penjual diberi peringatan.

"Makanan seperti itu, saran kami kalau bisa dihindari," pungkasnya.

Editor: Iskandar Nasution

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut