PANDEGLANG, iNewsPandeglang.id – Lebih dari 24 jam berlalu, tujuh orang yang berada di dalam speedboat masih belum ditemukan setelah hilang kontak di Perairan Selat Sunda, Pandeglang, Banten.
Rombongan tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Kasubdit Patroli Airud Polda Banten AKBP Lis Handaya mengatakan pencarian melibatkan unsur gabungan dengan total 23 personel.
“Sampai dengan satu kali 24 jam tidak ditemukan kontak loss. Kami dari unsur gabungan beserta Basarnas dan juga Direktorat Baharkam Mabes dengan jumlah personil perkuatan 23 personil melaksanakan kegiatan pencarian di sekitaran Krakatau atau Pulau Rakata,” ujar Lis.
Dalam pencarian tersebut, kondisi laut dilaporkan dengan tinggi gelombang sekitar 0,5 hingga 1 meter.
“Untuk sementara dilaporkan, kita lihat situasi untuk laut, cuaca, ombak 0,5 sampai 1 meter, angin dari arah timur menuju barat dengan kecepatan 5 sampai 10 knot,” katanya.
Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau juga masih terpantau di sekitar wilayah Banten.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan timnya telah melakukan pencarian berdasarkan lokasi yang diperoleh dari informasi terakhir.
“Setelah kami menerima itu, kami melakukan operasi SAR dan menggerakkan satu tim untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi,” kata Al Amrad.
Pencarian kemudian dilakukan di sekitar Pulau Rakata dan Pulau Anak.
“Tim kami sudah berangkat ke lokasi dan melakukan pencarian, sama berhubungan Pulau Rakata dan Pulau Anak dengan hasil sampai saat ini belum ditemukan,” ujarnya.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
