BANTEN, iNewsPandeglang.id – Abu vulkanik dari letusan Gunung Anak Krakatau mencapai wilayah pesisir Kabupaten Serang, Banten, Minggu (6/9/2026).
Abu vulkanik tersebut mulai terlihat mengotori halaman rumah dan kendaraan warga. Kondisi itu juga membuat sejumlah warga mengeluhkan mata terasa pedih saat beraktivitas di luar rumah.
Salah seorang warga Pasauran, Sanan, mengatakan abu cukup terasa ketika berada di luar rumah. Bahkan, hingga Minggu sore, matanya masih terasa sakit.
“Pedih ke mata. Ini juga masih sakit matanya,” ujar Sanan.
Menurutnya, halaman rumah mulai kotor akibat debu sejak malam sebelumnya. Namun, pada Minggu sore, jumlah abu yang terlihat di sekitar rumah semakin banyak.
“Baru kemarin malam, malam Sabtu kotor. Tapi yang paling ini sekarang, banyak debu di depan,” katanya.
Sanan menyebut abu mulai terlihat turun sekitar pukul 17.00 WIB. Debu kemudian menempel di halaman dan kendaraan yang berada di sekitar rumah warga.
Sementara itu, Kepala Pos Pantau Gunung Anak Krakatau, Deny Mardiono, menjelaskan sebaran abu vulkanik sangat dipengaruhi oleh arah angin.
Berdasarkan kondisi di Pos Pasauran, abu diperkirakan bergerak ke arah timur dan terbawa angin menuju wilayah pesisir Banten.
“Abu ini tergantung dari arah anginnya. Kemungkinan besar ini anginnya ke timur, jadi terbawa ke pesisir pantai Banten,” kata Deny.
Editor : Iskandar Nasution
Artikel Terkait
